Amerika Serikat Dibantai Belgia di Babak 16 Besar, Mauricio Pochettino Bungkam soal Masa Depannya
INDOZONE.ID - Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino tak ingin membahas masa depannya setelah timnya tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa (7/7/2026) pagi WIB.
Diketahui, dalam pertandingan yang digelar di Seattle Stadium, Amerika Serikat harus mengubur mimpinya untuk melangkah ke babak 8 besar setelah dikalahkan oleh Belgia dengan skor 1-4.
Dalam pertandingan tersebut, keempat gol kemenangan Belgia dicetak melalui brace Charles De Ketelaere (9', 33'), Hans Vanaken (57') dan Romelu Lukaku (90+3'). Sementara itu, satu-satunya gol Amerika Serikat dicetak oleh Malik Tillman pada menit ke-31 melalui tendangan bebas.
Namun setelah kegagalan Amerika Serikat untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026, Mauricio Pochettino enggan untuk membahas masa depannya. Bahkan, pelatih asal Argentina itu menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas masa depan kariernya.
"Sekarang bukan saatnya untuk membicarakan hal itu. Saya pikir sekarang adalah saatnya untuk melihat, untuk menilai turnamen ini. Anda tahu, saya yakin dalam beberapa minggu ke depan kita dapat mulai berbicara jika [Federasi Sepak Bola AS] ingin berbicara," ujar Mauricio Pochettino dalam wawancaranya setelah kekalahan telak atas Belgia sebagaimana yang dilansir dari ESPN.
Diketahui, kontrak Mauricio Pochettino sebagai pelatih Amerika Serikat akan berakhir setelah Piala Dunia 2026, federasi sepak bola Amerika Serikat (US Soccer) telah menghubunginya mengenai kemungkinan perpanjangan kontrak sebelum turnamen dimulai. Namun, masih belum jelas apakah pelatih asal Argentina itu masih ingin melanjutkan karier di Timnas Amerika Serikat atau kembali melatih di level klub.
Pochettino sendiri sebelumnya pernah melatih sejumlah klub seperti Southampton, Tottenham Hotspur, PSG hingga Chelsea, sehingga banyak yang berasumsi bahwa melatih Amerika Serikat sebagai batu loncatannya saja.
Meski begitu, Pochettino merasa bangga dengan pencapaiannya selama dua tahun melatih Amerika Serikat. Bahkan, ia secara khusus juga mengungkapkan perasaannya bahwa saat ini sedang berada dalam pola pikir yang sama di antara para pemainnya.
Baca juga: Roberto Martinez Mundur dari Jabatannya Sebagai Pelatih Portugal usai Tersingkir di Babak 16 Besar
"Saya pikir kita telah menetapkan prinsip-prinsip untuk kesuksesan besar di masa depan. Saya pikir kita merasa bangga karena... saya pikir kita akan menciptakan sesuatu yang akan tetap ada di federasi dan di negara ini," tutur pelatih berusia 54 tahun itu memaparkan.
Namun, terlepas dari bertahannya Mauricio Pochettino bersama Amerika Serikat atau tidak, ia merasa yakin bahwa inti dari skuad Amerika Serikat saat ini adalah berhubungan baik dengan para pemain muda.
Meskipun, tersingkirnya Amerika Serikat cukup menyakitkan, tapi Pochettino ingin agar para penggemar tetap optimis dengan masa depan sepak bola di negara tersebut.
"Saya pikir tim ini menunjukkan bahwa kita bisa bermain sepak bola, kita bisa berkompetisi. Banyak pemain muda dengan banyak potensi dan masa depan, dan saya pikir ada generasi anak-anak muda yang akan datang. Saya pikir yang perlu kita lakukan hanyalah terus percaya pada proses itu," ujar Pochettino menutup wawancara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN