INDOZONE.ID - Perjalanan Cristiano Ronaldo bersama Portugal di Piala Dunia 2026, berakhir di babak 16 besar. Akankah rival abadi Ronaldo, Lionel Messi, bersama Argentina mengalami nasib serupa?
Ronaldo memimpin Selecao das Quinas saat melawan Spanyol di Stadion Dallas, Arlington, Amerika Serikat (AS), Selasa (7/7/2026), dini hari WIB.
Meski kedua tim terkesan sama kuat di atas kertas, Spanyol menunjukkan diri mereka sebagai tim yang lebih baik. Gol tunggal Mikel Merino pada menit 90+1 membuat Ronaldo dan Portugal harus angkat koper dari Piala Dunia 2026.
Cristiano Ronaldo Ikuti Jejak Neymar Jr dan Luka Modric
Pertandingan pada dini hari tadi, jadi tantangan tersendiri bagi Ronaldo dan kolega. Bagaimana tidak, statistik pertandingan menunjukkan Spanyol sedikit lebih unggul daripada Portugal.
Spanyol menorehkan 56 persen penguasaan bola yang membuahkan 15 tembakan. Sebanyak enam tembakan Spanyol tepat mengarah ke gawang Portugal, salah satunya gol Merino.
Sementara itu, Portugal hanya mencatatkan 10 tembakan yang tiga di antaranya tepat sasaran, tanpa membuahkan sebiji gol pun.
Alhasil, La Furia Roja pun tersenyum di akhir pertandingan setelah mampu mengalahkan sekaligus menyingkirkan Portugal.
Kekalahan dari Spanyol menandai akhir dari perjalanan Ronaldo di Piala Dunia 2026. Seperti ucapannya dalam konferensi pers sebelum laga lawan Spanyol, Piala Dunia 2026 akan jadi keikutsertaan terakhirnya di turnamen akhir empat tahunan ini.
Ia kembali mengutarakan hal serupa dalam konferensi pers seusai Portugal kalah 0-1 dari Spanyol.
“Saya baik-baik saja, sedih harus meninggalkan Piala Dunia dengan cara ini. Tapi, seperti yang saya katakan kemarin di konferensi pers, saya sudah memberikan yang terbaik dan saya pergi dengan hati nurani yang bersih,” kata Ronaldo kepada SprotTV, dikutip dari FIFA, Selasa (7/7/2026).
“Itulah kehidupan seseorang pesepak bola. Terkadang kita menang, terkadang kita kalah dan kita harus terus maju. Faktanya, ini adalah Piala Dunia terakhir saya, dan sekarang saya akan punya waktu bersama keluarga agar tidak mengambil keputusan dalam keadaan emosional sesaat,” jelasnya.
Ronaldo mengikuti jejak Neymar Jr. Mantan bintang Barcelona itu juga menjadikan penampilannya di Piala Dunia 2026 sebagai keikutsertaan terakhir dalam turnamen empat tahunan ini.
Kamu harus tahu, seperti Ronaldo, Neymar bersama Brasil gugur usai kalah 1-2 oleh Norwegia di babak 16 besar. Sebiji gol Brasil ke gawang Norwegia dibuat Neymar dari titik putih pada akhir babak kedua.
Usai kekalahan itu, Neymar mengumumkan pensiun dari tugas internasional bersama Brasil. Pemain berumur 34 tahun itu hanya akan melanjutkan kariernya di level klub.
Sebelum Ronaldo dan Neymar, bintang Kroasia, Luka Modric, juga dianggap telah memainkan penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Pemain berumur 40 tahun itu gagal menyelamatkan Kroasia dari kekalahan 1-2 oleh Portugal di babak 32 besar.
Namun, Modric belum menyatakan pensiun dari pentas internasional. Ia juga belum menyebut Piala Dunia 2026 sebagai panggung turnamen akbar empat tahunan terakhir baginya.
Meski begitu, menilik usai Modric yang akan menginjak 41 tahun pada 9 September 2026, kecil peluangnya kembali bermain di Piala Dunia 2030.
Tak ayal, Piala Dunia 2026 bak last dance bagi Ronaldo, Neymar, dan Modric. Lantas, bagaimana dengan Messi?
Lionel Messi Pimpin Argentina Lawan Mesir
Messi masih berjuang bersama Argentina untuk mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026. Messi dan kolega akan melawan Mesir di Stadion Atlanta, Atlanta, AS, Selasa (7/7/2026), pukul 23.00 WIB.
Di atas kertas, Argentina unggul segalanya dari Mesir. Akan tetapi, berkaca pada pertandingan kontra Cape Verde atau Tanjung Verde, Argentina mungkin mendapati tantangan besar dari Mesir.
Jika lengah, bukan tidak mungkin Mesir akan menyakiti bahkan memulangkan sang juara bertahan Argentina.
Menurut kamu, Messi akan mengikuti jejak Ronaldo, Neymar, dan Modric? Atau, Messi justru kembali mengangkat trofi Piala Dunia 2026?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA, Amatan