Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengakui peluang timnya meraih gelar Scudetto Serie A telah pupus setelah kekalahan 0-1 dari Inter Milan di Derby d'Italia.
Juventus padahal menguasai jalannya pertandingan dengan melayangkan 23 tembakan berbanding 5 milik Inter, tetapi gagal mencetak 1 gol pun.
Menjelang akhir babak pertama, Inter mendapatkan hadiah penalti setelah wasit meninjau VAR menyusul pelanggaran terhadap Denzel Dumfries yang dijegal Alvaro Morata.
Hakan Calhanoglu maju sebagai eksekutor tapi sepakannya ditepis kiper Wojciech Szczesny. Bola muntah menghasilkan kemelut yang berusaha disambar Calhanoglu dan beberapa pemain Juventus.
Baca Juga: Momen Harry Maguire Beri Jerseynya ke Penggemar di Old Trafford, Netizen Julid: Buang saja
Bola rebound yang dimanfaatkan Calhanoglu berbuah gol, namun wasit menganggap pemain asal Turki ini melakukan pelanggaran lebih dulu.
Beberapa saat kemudian, wasit memutuskan penalti diulang. Keputusan ini diambil karena pemain Juventus masuk kotak penalti lebih dulu sebelum Calhanoglu melepaskan tembakan.
Kali ini, Calhanoglu berhasil mencetak gol setelah tembakannya ke sudut kanan bawah gagal dihentikan Szczesny.
Skor 1-0 pun bertahan hingga laga tuntas untuk kemenangan Inter yang membuat mereka menduduki peringkat 3 klasemen sementara Serie A dengan 63 poin dan terus menempel AC Milan serta Napoli di urutan teratas.
Sedangkan Juventus tertahan pada peringkat 4 dengan 59 poin.
Berbicara kepada DAZN setelah kekalahan tersebut, Allegri mengatakan bahwa hasil tersebut menandai berakhirnya harapan Juventus untuk memperebutkan Scudetto tahun ini.
“Mulai sekarang kami dapat mengatakan bahwa Juventus secara definitif terputus dari Scudetto,” kata pelatih asal Italia itu.
“Sekarang kami harus mencetak poin sebanyak mungkin untuk tempat keempat, dan kemudian bersiap untuk memulai awal yang baik tahun depan untuk memenangkan kejuaraan," pungkasnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: