Induk sepak bola Jerman, DFL, melalui Bundesliga melakukan aksi amal dengan merenovasi sebuah lapangan di Jakarta. Acara amal yang dilakukan Bundesliga tersebut bertema "Common Ground".
Program ini bertujuan agar banyak anak muda cinta dengan sepak bola. Common ground yang akan dibuka pada, Sabtu (11/2/2023) di RPTRA Bhinneka, Pesanggrahan, Jakarta.
Acara tersebut bukan hanya sekedar peresmian, tetapi akan diadakan juga turnamen sepak bola bagi remaja. Bahkan, pertandigan antar All-Star juga akan berlangsung selama kegiatan.
Baca Juga: Mbappe Absen saat PSG Hadapi Bayern di Liga Champions, Bisa Menang Gak Nih?
Ponaryo Astaman dan Firman Utina sebagai legenda sepak bola Indonesia turut hadir, beserta figur publik seperti Rico ceper dan Augie Fantinus. Roman Weindenfeller sebagai pemenang Piala Dunia dan Juara Bundesliga juga hadir meramiakan turnamen All-Star yang diikuti klub Bundesliga seperti Bayern Munchen, Dortmund, dan Borussia Monchengladbach.
Mari kita mengenal program amal dari Bundesliga yaitu Common Ground ????
— Box2Box Football Podcast (@Box2BoxBola) February 8, 2023
Pada 11 Februari, lapangan bola Pesanggrahan, Jakarta, akan jadi lapangan ke-7 yang direnovasi oleh mereka ????
Jadi tujuan mereka sebenarnya apa sih? Selengkapnya baca di sini ????????@SpieltagIndo#B2BXSpieltag pic.twitter.com/aJlxD0jWol
"Dalam proyek Commond ground, menjadi sangat penting untuk masa depan sepak bola. Di sini lah kita akan memulai dan tumbuh" ucap Perwakilan Bundesliga, Ze Roberto, seperti INDOZONE sadur dari laman resmi mereka, Kamis (9/2/2023).
"Lapangan sepak bola yang telah direnovasi nantinya akan dijadikan ruang untuk membuat anak-anak dan remaja bermain sepak bola dan menumbuhkan semangat tim dalam permainan yang adil melalui turnamen sepak bola" lanjutnya.
Baca Juga: Kasian Banget! Manuel Neuer Patah Kaki hingga Harus Absen di Sisa Musim Ini
Sebagai perwakilan Bundesliga, Weindenfeller, juga merasa terhormat untuk mengunjungi Indonesia dan banyak negara di Asia lain dalam acara amal tersebut.
"Saya menyaksikan betapa hebatnya para warga dan betapa mereka mencintai sepak bola" tutur Weindenfeller.
Lapangan bola di Jakarta adalah lapangan ketujuh di dunia yang direnovasi dan revitalisasi setelah lapangan Lagos (Nigeria), Mexico City (Meksiko), Rio de Janeiro (Brasil), Buenos Aires (Argentina), New York (AS) dan Berlin (Jerman).
Penulis: Rafi Fadillah
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: