Beberapa waktu lalu sebuah tragdi kelam dalam sepak bola Indonesia harus terjadi. Ya, sebanyak 135 pendukung Arema FC tewas, akibat kerusuhan yang terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).
Tragedi Kanjuruhan menjadi peristiwa paling memilukan kedua yang pernah terjadi sepanjang sejarah sepak bola. Bencana sepak bola yang paling banyak memakan korban terjadi di Peru, yang menewaskan 328 korban jiwa.
Tragedi tersebut juga lebih dikenal sebagai 'Bencana Estadio Nacional Peru', yang mana mempertemukan Peru melawan Argentina dalam sebuah pertandingan kualifikasi Olimpiade Tokyo 1964, pada Minggu (24/5/1964).
Lantas seperti apa tragedi Estadio Nacional Peru terjadi? Lalu, apa yang sebenarnya terjadi hingga begitu banyak korban jiwa yang berjatuhan dalam bencana tersebut? Maka dari itu, INDOZONE pun coba akan menjelaskan bagaimana peristiwa ini terjadi.
Baca Juga: Keren! Jordi Amat Bakal Setim Bareng Eks Penyerang MU di JDT
Wasit Jadi Pemicu Kerusuhan
Kerusuhan suporter yang terjadi di Estadio Nacional Peru terjadi saat wasit yang memimpin pertandingan, yakni Angel Eduardo Pazos, menganulir gol yang dicetak oleh Peru untuk menyamakan kedudukan.
Ya, saat itu Peru memang tengah tertinggal 0-1 dari Argentina dalam babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 1964. Peru yang berstatus tuan rumah memang butuh kemenangan untuk lolos ke putaran final Olimpiade Tokyo 1964.
Keputusan wasit menganulir gol penyeimbang yang dicetak olah Peru membuat para pendukung tuan rumah murka. Beberapa dari mereka pun lalu masuk ke lapangan untuk menghampiri wasit.
Seperti INDOZONE kutip dari BBC Sports, Jumat (3/3/2023), Suporter yang pertama bernama Bomba, ia mencoba memukuli wasit. Tidak berselantg lama giliran suporter lainnya bernama Edilberto Cuenca yang coba mendatangi wasit.
Cuenca lalu diserang oleh pihak kepolisian Peru secara brutal. Mulai dari memukul, menendang, dan membiarkan anjing pihak kepolisian mencabik pakaian yang dikenakan oleh Cuenca.
Apa yang dialami Cuenca membuat pendukung lain yang melihatnya semakin marah. Ribuan suporter yang memadati Estadio Nacional Peru pun mulai memenuhi lapangan pertandingan.
Melihat kondisi semakin tidak terkendali, membuat pihak kepolisian menembakan gas air mata untuk memukul mundur para pendukung. Hal itu justru membuat para pendukung yang tetap berada di tribun panik.
Penonton Berdesakan untuk Cepat-cepat Meninggalkan Stadium
Situasi tersebut pun memaksa para pendukung panik dan saling berdesakan menuju gerbang keluar stadion. Namun pada sampai di sana justru gerbang ditutup, sehingga menyebabkan mereka harus berbalik kembali ke tribun.
Situasi pun semakin mencekam karena pihak kepolisian tak berhenti menembakan gas air mata. Hal itu membuat para pendukung berlarian dan mulai menginjak-injak yang terjatuh.
Beberapa pendukung coba mendobrak pagar kawat yang mengelilingi lapangan serta membakar bangku-bangku. Sebagian lainnya mencoba membobol dinding dalam sebagai upaya untuk menyerbu lapangan.
Tidak hanya itu, sejumlah penggemar juga membakar bus dan mobil yang berada di luar stadion. Bala bantuan didatangkan untuk polisi stadion yang kalah jumlah, banyak dari suporter yang ditangkap.
Meski begitu, para penggemar yang sudah terlanjur marah tetap melakukan tindak anarkis di luar stadium. Beberapa mobil pun dibakar, lalu banyak toko-toko di sekitar Estadio Nacional Peru dirusak oleh para pendukung yang marah.
Baca Juga: Intip Gol Indah Legenda Real Madrid yang Bikin Perdebatan Ilmuwan Dunia
Jumlah Korban Jiwa
Setelah kondisi mulai bisa dikontrol, pihak pemerintah Peru pun langsung mengambil tindakan dengan memberikan hukuman para pendukung yang ditangkap usai tragedi itu terjadi.
Pihak pemerintah Peru mengonfirmasi jika 328 korban jiwa jatuh pada Tragedi Estadio Nacional Peru. Ini pun jadi bencana sepak bola terkelam yang pernah terjadi, dan bahkan hingga sampai saat ini.
Sementara itu, sisa pertandingan babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 1964 yang memang berlangsung di Peru pun ditiadakan. Timnas Peru sendiri gagal lolos ke putaran final Olimpiade Tokyo 1964, lantaran kalah pada babak playoff oleh Brasil.
Berikut adalah Tragedi Estadio Nacional Peru yang menewaskan 328 korban jiwa. Semoga tragedi seperti ini tidak terulang lagi ya di mana pun pada masa mendatang ya guys!
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: