Kamis, 09 MARET 2023 • 12:31 WIB

Dihuni Barisan Pemain Hebat, tapi Kok PSG Susah Banget Juara Liga Champions?

Author

Skuad PSG di Liga Champions 2022/2023. (REUTERS/Angelika Warmuth)

Paris Saint-Germain (PSG) kembali gagal meraih gelar Liga Champions. Pada edisi 2022/2023, langkah klub berjuluk Les Parisiens tersebut pun terhenti di babak 16 besar setelah disingkirkan oleh Bayern Munchen.

Bahkan dalam dua leg 16 besar Liga Champions kontra Bayern, PSG tidak mampu mencetak gol. Usai kalah 0-1 di leg pertama yang dimainkan di Stade Parc des Princes, mereka juga takluk 0-2 pada leg kedua di Allianz Arena oleh Bayern.

Kegagalan PSG melangkah jauh di Liga Champions musim ini, kembali memunculkan pertanyaan tentang apa yang membuat klub raksasa Liga Prancis itu selalu gagal. Terlebih PSG kini dihuni oleh sangat banyak pemain bintang yang miliki pengalaman menjuarai Liga Champions.

Bayern Munchen berhasil menyingkirkan PSG dari 16 Besar Liga Champions 2022/2023. (REUTERS/Angelika Warmuth)

Beberapa nama tenar yang pernah merasakan manisnya menjuarai Liga Champions di skuad PSG saat ini ialah Sergio Ramos, Lionel Messi, dan Neymar Jr. Ketiga pemain itu sebenarnya cukup untuk berbagi pengalaman demi bantu PSG juara Liga Champions.

Belum lagi adanya sejumlah pemain berkualitas layaknya Kylian Mbappe, Fabian Ruiz, Gianluca Donnarumma, dan Marquinhos yang sebenarnya bisa saja membuat langkah PSG menjuarai Liga Champions terasa mudah.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi dalam skuad PSG, hingga akhirnya begitu sulit menjuarai Liga Champions? Maka dari itu, INDOZONE pun coba memberikan pemahaman terkait masalah yang membuat PSG sulit jadi juara Liga Champions.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan di Balik Kemenangan Bayern atas PSG, Ada Siksaan dari Mantan!

Punya Masalah Mental di Liga Champions

PSG memang dihuni banyak pemain bintang di skuad mereka. Namun hal itu belum cukup untuk membantu mereka menjuarai Liga Champions.
Masalah mental jadi nampak jadi masalah utama yang dihadapi oleh PSG selama berpartisipasi di Liga Champions. Masalah mental itu pun terlihat kembali saat PSG takluk dari Bayern di leg kedua 16 Besar Liga Champions 2022/2023.

Pelatih PSG, Christophe Galtier, menilai mentalitas pemain asuhannya sangat kurang di dua laga kontra Bayern. Hal itu pula yang membuat PSG kesulitan mencetak gol dalam dua pertemuan melawan Bayern di 16 Besar Liga Champions 2022/2023.

Bayern Munchen berhasil menyingkirkan PSG dari 16 Besar Liga Champions 2022/2023. (REUTERS/Angelika Warmuth)

"Kami kebobolan gol pertama dengan cara yang sangat bodoh. Kami seharusnya sadar dalam level seperti ini, pasti akan ada tekanan dari pihak lawan. Namun kami sepertinya tak dapat mengatasi tekanan itu," ucap Galtier seusai laga Bayern vs PSG kepada Canal+.

"Hasil ini benar-benar sangat mengecewakan. Ruang ganti kamu pun dibaluti dengan rasa frustasi para pemain. Mungkin situasi akan lebih mudah jika kami dapat mencetak gol lebih dahulu, namun kami tak dapat melakukannya," sambungnya.

Tingginya Keegoisan Pemain Bintang

Istilah tidak boleh ada dua ayam jantang dalam satu kandang nampaknya harus benar-benar dipelajari oleh manajemen PSG. Ya, PSG memang punya banyak pemain bintang, namun ada dua yang benar-benar menjadi 'Ketua Geng', yakni Messi dan Mbappe.

Kehadiran Messi di skuad PSG memang jadi tambahan yang luar biasa untuk mereka di Liga Champions. Namun yang manajemen PSG lupakan adalah mereka memiliki Mbappe yang kini mulai bersinar sebagai pemain terbaik di dunia.

Hubungan Messi dan Mbappe pun banyak diberitakan tidak terlalu akur. Bahkan sempat beredar video singkat di mana Mbappe sengaja menabrak bahu Messi, karena tidak diberikan kesempatan melakukan eksekusi tendangan bebas.

Kylian Mbappe dan Lionel Messi. (REUTERS/Eric Gaillard)

Hubungan keduanya bahkan sempat memanas saat saling berhadapan di final Piala Dunia Qatar 2022, terlihat Mbappe dan Messi saling menyindir di tengah lapangan.

Keegosisan antara Mbappe dan Messi juga terlihat dalam beberapa laga yang dijalani PSG di musim ini. Walaupun dalam beberapa momen, keduanya juga saling berkerja sama untuk membantu PSG meraih kemenangan.

Baca Juga: Hasil Liga Champions Semalam: Bayern Munchen Depak PSG, AC Milan Tendang Tottenham

Bukan Tim yang Punya Sejarah di Liga Champions

PSG memang menjelma jadi tim papan atas Eropa semenjak di beli oleh konglomerat asal Qatar, yakni Nasser Al-Khelaifi, pada 2011. Sejak masuknya dana tak terbantas dari Qatar, PSG gencar mendatangkan begitu banyak pemain bintang.

Akan tetapi kembali, PSG harus belajar istilah lain yang sering seliweran di dunia sepak bola, yaitu 'Kesuksesan tidak dapat dibeli dengan uang!'. Kehadiran pemain bintang bukan berarti mereka bisa otomatis jadi penguasa di Liga Champions.

Terlebih, PSG sendiri memang bukan klub yang memiliki sejarah hebat di Liga Champions. Bahkan PSG menjadi salah satu klub yang belum pernah merasakan manisnya jadi juara Liga Champions sepanjang sejarah klub.

Sebelum jadi klub sultan, PSG hanya sekali tampil di babak semifinal tepatnya pada musim 1994/1995. Namun pada saat itu, PSG harus gagal mencapai partai final karena kalah oleh AC Milan dengan agregat 0-3.

Nah berikut adalah serangkaian alasan yang membuat PSG begitu sulit menjuarai Liga Champions. Menurut kalian, apakah PSG mampu menjadi kampiun Liga Champions pada musim-musim mendatang gak ya guys?

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU