Pengamat olahraga Fritz Simanjuntak sepakat dengan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) dimana 80 persen lebih responden setuju kalau Erick Thohir sudah maksimal dalam memperjuangkan Piala Dunia U20 tetap dilaksanakan di tanah air. Walau akhirnya FIFA membatalkannya dan memindahkan ke Argentina.
"Saya setuju hasil survei LSI, dimana Erick Thohir sudah all out memperjuangkan Piala Dunia U20. Serta berhasil melobi FIFA sehingga sanksi yang didapat Indonesia ringan hanya berupa Sanksi administrasi saja," katanya.
Baca Juga: Indonesia Tak Dapat Sanksi Berat dari FIFA, Kemampuan Negosiasi Erick Thohir Sudah Teruji
Fritz menambahkan kini saatnya Erick Thohir selaku ketua umum PSSI fokus terhadap kompetisi dalam negeri serta mencetak prestasi internasional.
"Kalau prestasi internasional, sudah bisa juara tingkat Asia Tenggara seperti SEA Games atau AFF saja rakyat Indonesia pasti sudah sangat senang," lanjut dia.
Namun lanjut Fritz, yang paling penting dalam menciptakan transformasi sepakbola salah satunya adalah memperbaiki Kompetisi dalam negeri.
"Kompetisi bisa dibilang adalah darahnya dari organisasi sepakbola," ujarnya.
"Kita lihat di Inggris, semua pemain terbaik, pelatih terbaik dunia ingin bermain di sana. Pemain dengan bayaran tinggi juga bermain bermain disana. Walaupun dari segi prestasi Inggris tidak terlalu baik. Kompetisi adalah darahnya sepakbola," jelasnya.
Baca Juga: Breaking News: FIFA Beri 'Kartu Kuning', Indonesia Terhindar dari Sanksi Berat
"Dengan pengalaman internasional yakni pernah memiliki klub di Italia, Erick Thohir pasti dapat mencontoh bagaimana mengelola kompetisi di Italia maupun di Inggris. Selain itu pembinaan pemain juga harus mendapatkan perhatian," pungkasnya.
Artikel Menarik Lainnya:
-
Masuk Grup Mudah di SEA Games 2023, Erick Thohir Minta Indonesia Gak Remehkan Lawan
-
Peru Batal Gelar Piala Dunia U-17, Erick Thohir Berangkat ke Eropa untuk Temui FIFA
-
Presiden Jokowi Pusing 2 Minggu Mikirin Bola, Erick Thohir: Sama Pak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: