INDOZONE.ID - Setelah beberapa musim yang penuh tantangan di Juventus dan Bayern Munich, Matthijs de Ligt kini memiliki kesempatan untuk memulai babak baru dalam kariernya bersama Manchester United.
Bergabung dengan salah satu klub terbesar di dunia, De Ligt diharapkan dapat menemukan kembali performa terbaiknya seperti saat ia masih bersama Ajax.
Dengan pengalaman di liga top Eropa dan usia yang masih muda, De Ligt memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi pilar penting dalam pertahanan Manchester United di bawah asuhan Erik ten Hag.
1. Bertemu Kembali Erik ten Hag
Meskipun bukan Erik ten Hag yang memberi De Ligt debut di Ajax, Ten Hag adalah pelatih yang paling berpengaruh dalam kariernya.
Hanya dalam tiga bulan setelah menangani Ajax pada awal 2018, Ten Hag menunjuk De Ligt yang saat itu baru berusia 18 tahun sebagai kapten.
Di bawah arahan Ten Hag, De Ligt berkembang pesat dan menjadi pemain kunci saat Ajax hampir mencapai final Liga Champions 2019.
“Erik ten Hag membentuk awal karier saya, jadi dia tahu cara terbaik untuk mengeluarkan kemampuan saya. Saya sangat bersemangat untuk bekerja sama lagi dengannya di Manchester,” ujar De Ligt saat diperkenalkan di United.
Jika ada satu orang yang tahu bagaimana memaksimalkan potensi De Ligt, itu adalah Ten Hag.
2. Cocok dengan Gaya Bermain United
United berusaha mengubah lini pertahanan mereka musim panas ini. Andre Onana, yang suka membangun serangan dari belakang, tidak cocok dengan gaya permainan Harry Maguire yang kadang kesulitan saat menerima bola dari penjaga gawang.
Baca Juga: 10 Pemain Naturalisasi Termahal yang Berpengaruh Besar untuk Timnas Indonesia, Ada Idolamu?
Dengan Lisandro Martinez yang mungkin mengisi posisi bek tengah kiri, De Ligt akan bersaing dengan Maguire untuk posisi utama.
Meski Maguire masih dianggap penting, De Ligt lebih nyaman dengan gaya bermain yang diinginkan oleh Ten Hag.
3. Situasi yang Buruk saat di Juventus & Bayern
Kenapa Juventus dan Bayern Munich rela melepas De Ligt hanya setelah beberapa tahun? Pada dasarnya, De Ligt tidak sepenuhnya cocok di kedua klub tersebut. Ini bukan karena dia kehilangan kualitasnya.
Baca Juga: Mau Tahu Berapa Gaji Wasit di Liga Inggris? Simak di Sini!
Serie A bukanlah liga yang cocok untuk gaya bermain De Ligt. Saat dia tiba di Juventus pada 2019, dominasi klub itu mulai goyah yang membuat tekanan pada pemain muda ini semakin besar.
De Ligt harus bermain di bawah tiga pelatih berbeda dalam tiga tahun, sementara Juventus gagal menjadi juara setelah musim pertamanya, dan klub akhirnya terlibat kasus setelah dia dijual.
Di Bayern, Bundesliga tampaknya lebih cocok, tapi De Ligt mengalami situasi yang mirip. Dominasi Bayern di liga mulai menurun, dia harus menghadapi pergantian pelatih yang sering dan akhirnya tidak mendapat tempat reguler di bawah Thomas Tuchel.
Ketika pelatih baru, Vincent Kompany lebih memilih Dayot Upamecano dan Kim Min-jae, De Ligt pun dipersilakan pergi.
4. Masih Muda dan Punya Banyak Waktu
Karena De Ligt sudah dikenal sejak usia 17 tahun, banyak yang lupa bahwa dia masih muda dan punya banyak waktu untuk berkembang.
De Ligt lahir setelah Manchester United memenangkan Treble pada 1999 dan baru merayakan ulang tahunnya yang ke-25 saat transfernya diumumkan.
Meskipun beberapa musim terakhir tidak berjalan sesuai harapannya, De Ligt masih punya banyak waktu untuk mencapai potensi terbaiknya di masa depan.
Reuni dengan Ten Hag: Kunci Kebangkitan Karier De Ligt
Dengan dukungan dari Erik ten Hag, serta pengalaman yang diperoleh di liga-liga besar Eropa, Matthijs de Ligt memiliki semua peluang untuk kembali bersinar di Manchester United.
Baca Juga: 7 Kota Besar di Eropa yang Hanya Diwakili 1 Klub Sepak Bola
Meski beberapa musim terakhir tidak berjalan sesuai harapan, usia yang masih muda dan kemampuan bertahan yang mumpuni, membuat De Ligt bisa menjadi sosok penting di lini pertahanan United.
Jika segala sesuatunya berjalan dengan baik, De Ligt bisa menjadi aset berharga bagi Manchester United dan membuktikan bahwa dirinya masih merupakan salah satu bek tengah terbaik di dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: 90min