Kamis, 10 OKTOBER 2024 • 07:45 WIB

Wasit Wanita Asal Turki Tepis Tuduhan Skandal Adegan Vulgar, Sebut Video Dibuat Hasil Rekayasa AI

Author

Elif Karaarslan saat menjadi wasit (Instagram/elifkaraarslan_17)

INDOZONE.ID - Elif Karaarslan, wasit wanita berusia 24 tahun dari Turki, membantah tuduhan keterlibatannya dalam video skandal seks dengan Orhan Erdemir, ofisial wasit yang jauh lebih tua (61).

Keduanya dijatuhi sanksi oleh Federasi Sepak Bola Turki (TFF) setelah video kontroversi itu beredar.

Sanksi dari Federasi Sepak Bola Turki

Pada 4 Oktober, TFF memberikan hukuman kepada Karaarslan dengan skorsing selama 90 hari dari semua aktivitas sepak bola.

Erdemir, inspektur wasit Liga Super Turki, menerima skorsing selama 45 hari. Banding yang diajukan oleh keduanya juga ditolak oleh federasi.

Penolakan Keterlibatan dalam Video

Tuduhan ini muncul setelah video yang diduga melibatkan Karaarslan dan Erdemir viral di media sosial. Namun, Karaarslan menegaskan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

“Saya akan menghadapi proses hukum yang panjang, namun saya akan melewatinya dengan kekuatan dan keteguhan hati,” ungkap Karaarslan dalam pernyataannya.

Dia juga meminta dukungan publik dan berkomitmen untuk memperjuangkan haknya hingga akhir.

Pernyataan Pengacara Karaarslan

Pengacara Karaarslan menyatakan melalui media sosial bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa AI dan tidak mencerminkan kenyataannya.

“Video ini telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI, dan klien kami tidak terlibat,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa gambar dalam video jelas merupakan hasil pengeditan digital. Mereka juga berencana mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang menyebarkan video palsu tersebut.

Dampak Terhadap Reputasi Erdemir

Orhan Erdemir saat menonton pertandingan (Credit/Tribuna)

Orhan Erdemir, yang pernah menjabat sebagai wasit FIFA antara 1999 hingga 2002, mengungkapkan rasa kekecewaannya akibat tuduhan ini.

"Karier dan reputasi saya, baik di mata keluarga maupun dalam komunitas wasit, kini hancur akibat informasi palsu yang disebarkan ini," ucap Erdemir dengan penuh kesedihan.

Sorotan Media dan Diskusi Mengenai Kecerdasan Buatan

Kasus ini mendapat perhatian luas di Turki dan memicu diskusi mengenai potensi penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan konten palsu.

Tuduhan yang mengarah pada reputasi seseorang dapat memiliki dampak yang merugikan, dan perlu ada perhatian lebih terhadap masalah ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Sun

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU