Senin, 04 NOVEMBER 2024 • 09:47 WIB

6 Hal Penting dari Hasil Imbang MU vs Chelsea: Garnacho Bermain Egois!

Author

Garnacho saat tampil egois melawan Chelsea (REUTERS/Carl Recine)

INDOZONE.ID - Manchester United (MU) harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Chelsea dalam lanjutan pertandingan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Minggu 3 November 2024, malam WIB.

Dari jalannya pertandingan hingga penampilan pemain, inilah 6 hal penting yang menjadi sorotan dan perlu diperbaiki oleh Ruben Amorim yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih anyar MU.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan dibuka dengan kedua tim berusaha mendominasi penguasaan bola, tetapi tidak berjalan mulus karena kecerobohan masing-masing.

Di menit ke-13, Chelsea hampir unggul melalui Noni Madueke yang menembak dari jarak dekat. Sayangnya, tendangannya hanya mengenai tiang setelah memanfaatkan sepak pojok dari Cole Palmer.

Seiring berjalannya waktu, Chelsea lebih banyak menguasai bola dan berupaya memanfaatkan umpan-umpan silang ke kotak penalti.

Baca Juga: Ruben Amorim Harus Pecat Ruud van Nistelrooy demi Perbaiki Manchester United

MU juga memiliki peluang emas melalui Marcus Rashford sebelum babak pertama berakhir, tetapi skor tetap 0-0.

Di babak kedua, MU  berusaha lebih agresif. Pada menit ke-70, Rasmus Hojlund dilanggar di area penalti. Bruno Fernandes mengonversi penalti dengan tenang, untuk membawa United unggul 1-0.

Namun, Chelsea bisa menyamakan kedudukan berkat aksi Moises Caicedo yang mencetak gol dari luar kotak penalti setelah sundulan Casemiro mengarahkannya ke gawang. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.

1. MU Bermain Sedikit Bertahan

Hojlund saat pertandingan melawan Chelsea (X/@ManUtd)

Chelsea mendominasi babak pertama, tetapi pendekatan ini membuat kedua tim lebih berhati-hati dalam mencetak gol.

Babak kedua, MU bermain lebih cepat dengan mengandalkan serangan balik yang menghasilkan penalti untuk Bruno.

Gaya permainan ini mungkin efektif untuk diadopsi lebih sering, mengingat hasil cukup positif yang diraih.

2. Pola Permainan MU Kurang Terstruktur

Bruno Fernandes saat melawan Chelsea (x/@ManUtd)

Gary Neville menyoroti pola permainan MU yang kurang terstruktur. Dari kacamatanya, terdapat kelemahan yang memengaruhi konektivitas tim di lapangan.

“Pola itu memberi pemain ketenangan dan kontrol permainan,” ujar Neville.

Tanpa pola permainan yang terstruktur, pemain terlihat kehilangan ritme, terutama dalam pertandingan besar, seperti melawan Chelsea.

Struktur permainan yang lebih jelas, akan memberikan stabilitas tim, salah satu pekerjaan rumah yang berat bagi Amorim.

Baca Juga: Staf Pelatih yang di Bawa Ruben Amorim ke Manchester United Beserta Profil Lengkapnya

3. Apresiasi untuk Noussair Mazraoui

Mazraoui saat bermain melawan Chelsea (X/@ManUtd)

Noussair Mazraoui sekali lagi menunjukkan performa menawannya sebagai bek kiri. Pemain asal Maroko ini, tak hanya baik dalam bertahan, tetapi juga aktif saat serangan dengan mengendalikan sisi kiri lapangan.

Penampilan ini menunjukkan, Mazraoui bisa menjadi aset berharga bagi Amorim di MU.

Baca Juga: Incaran Man United Noussair Mazraoui Ungkap Ingin Menjadi Imam Setelah Menghafal Alquran

4. Garnacho Tampil Buruk dan Egois

Garnacho saat bermain egois melawan Chelsea (X/@ESPN)

Alejandro Garnacho kesulitan menampilkan performa terbaiknya saat melawan Chelsea. Dengan tingkat keberhasilan umpan hanya 76 persen dan hanya satu dari empat percobaan membawa bolanya yang sukses, Garnacho melewatkan beberapa peluang emas.

Kegagalannya memicu reaksi amarah dari fans di Old Trafford dan di media sosial.

“Garnacho mungkin pemain sayap paling egois yang pernah Anda lihat di lapangan,” tulis seorang pendukung di X.

Sementara itu, pendukung lain menyebut keputusan Garnacho di kotak penalti, “Sangat buruk”.

5. MU Tetap Stabil Setelah Kebobolan

Ruud Van Nistelrooy saat pertandingan melawan Chelsea (X/@UtdDistrict)

Salah satu masalah di musim ini adalah MU sering kehilangan gaya bermain setelah kebobolan.

Namun, saat Chelsea menyamakan kedudukan, para pemain tetap tenang dan menjaga formasi meski mencoba mencetak gol kemenangan.

Hal ini menunjukkan peningkatan keseimbangan yang patut diapresiasi dan menjadi modal berharga bagi Amorim,untuk meningkatkan mentalitas para pemain saat dalam tekanan.

Baca Juga: MU Pecat Erik Ten Hag: Ruud van Nistelrooy Jadi Pelatih Interim!

6. Pekerjaan Berat Tunggu Ruben Amorim di MU

Ruben Amorim saat menjadi manajer Sporting CP (REUTERS/Daniele Mascol)

Hasil ini menunjukkan, bahwa masih banyak pekerjaan yang menanti Amorim begitu bergabung dengan MU pada 11 November 2024.

MU membutuhkan pola permainan yang lebih terstruktur dan peningkatan kemampuan individu dalam beberapa aspek penting, terutama penyelesaian akhir.

Namun, dengan skuad yang kaya talenta, Amorim memiliki fondasi kuat untuk membangun tim.

Butuh waktu dan kerja keras, tetapi perubahan ini dapat memberikan hasil positif di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan, Analisa Redaksi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU