Senin, 18 NOVEMBER 2024 • 21:06 WIB

Sentil Shin Tae Yong, Erick Thohir Bicara Pengorbanan Pemain Naturalisasi yang Memperkuat Timnas Indonesia

Author

Erick Thohir saat di ruang ganti setelah pertandingan melawan Jepang (Instagram/@erickthohir)

INDOZONE.ID - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan perjuangan besar yang harus dilalui para pemain keturunan untuk membela Timnas Indonesia.

Mereka rela melewati berbagai pengorbanan demi membawa skuad Garuda ke level tertinggi sepak bola dunia.

Hingga saat ini, Timnas Indonesia diperkuat oleh 14 pemain diaspora, termasuk Kevin Diks yang baru saja bergabung.

Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1938.

Baca Juga: Usai Dibantai Jepang, Calvin Verdonk Sebut Timnas Indonesia Jauh Lebih Kuat Jelang Pertandingan Melawan Arab Saudi

Namun, keputusan memperkuat Timnas Indonesia bukan tanpa konsekuensi. Para pemain harus rela melepas kewarganegaraan negara kelahirannya, meninggalkan keluarga, dan menghadapi risiko cedera di tengah karier mereka.

Dalam sebuah wawancara, Erick Thohir menyoroti dedikasi luar biasa para pemain diaspora.

Baca Juga: Beberapa Alasan Eliano Reijnders Harus Diberi Kesempatan Main saat Lawan Arab Saudi, STY Harus Turunkan Egonya!

Susunan pemain Timnas Indonesia melawan Jepang (Dokumentasi PSSI)

"Mereka (pemain keturunan) itu kan datang ke Indonesia dengan segala pengorbanan, mereka itu benar-benar melepas warga negara, mereka juga harus selesai main (langsung) balik ke klub, ada risiko cedera, Kevin Diks ini kan cedera," kata Erick Thohir dalam wawancaranya yang dikutip dari Instagram @perspectivefootball.id pada Senin (18/11/2024).

"Dan tentu buat klubnya (FC Copenhagen) yang sedang bermain di UEFA Conference League juga merasa kehilangan. Ini juga diluar dugaan untuk Kevin Diks sendiri," kata eks presiden Inter Milan itu menambahkan.

Lebih lanjut, Erick Thohir juga menegaskan bahwa pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia juga tak menerima kompensasi apapun.

Ia menyebut bahwa para pemain diaspora membela Indonesia pure ingin membawa skuad Garuda bersaing di level dunia dan ingin menjadi bagian dari sejarah Timnas Indonesia.

"Karena kenapa? memperkuat tim nasional Indonesia tidak dapat apa-apa, dalam arti benar-benar mereka merah-putih saja mereka tidak ada kompensasi apa-apa. Jadi kita juga harus mengerti bahwa mereka gabung ini karena sebuah proyek besar mereka ingin menjadi bagian dari sejarah," tutur pria berusia 54 tahun itu menutup wawancara.

Baca Juga: Rumor Neymar Balik ke Santos, Agen Ungkap Fakta Sebenarnya

Timnas Indonesia terus membangun kekuatan dengan mengandalkan pemain keturunan melalui proses naturalisasi. Meski strategi ini menjanjikan peningkatan kualitas, para pemain diaspora harus rela menghadapi pengorbanan besar, termasuk meninggalkan keluarga mereka.

Pernyataan Ketua Umum PSSI Erick Thohir tentang pengorbanan ini memunculkan spekulasi soal Eliano Reijnders. Gelandang PEC Zwolle itu tidak dimasukkan dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) untuk laga melawan Jepang, Jumat (15/11/2024).

Namun, peluang Reijnders tampil dalam laga melawan Arab Saudi, Selasa (19/11/2024), terbuka lebar. Cedera yang dialami Kevin Diks membuat Shin Tae-yong kemungkinan besar akan memberikan kesempatan pada Reijnders untuk unjuk kemampuan.

Laga melawan Arab Saudi menjadi krusial bagi Timnas Indonesia. Rizky Ridho dan rekan-rekannya harus meraih kemenangan jika ingin menjaga asa tampil di Piala Dunia 2026. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU