INDOZONE.ID - Pelatih Man City, Pep Guardiola merasa yakin bahwa mayoritas klub Liga Primer Inggris menginginkan timnya terdegradasi saat The Citizens kalah dalam perselisihan hukum mengenai sponsorship.
Guardiola sendiri telah menjamin bahwa ia akan bertahan di Man City meskipun timnya harus turun kasta setelah ia memperpanjang kontrak selama dua tahun pada pekan ini ditengah 115 tuntutan yang dibebankan kepada juara bertahan Liga Inggris itu, setelah mereka juga kalah dalam tantangan terpisah untuk mengatur transaksi pihak terkait (APT).
Pembicaraan terkait kontrak baru dilakukan selama jeda Internasional, dan hanya membutuhkan waktu selama 2 jam saja sebelum kesepakatan tercapai, dengan pelatih asal Catalan itu mempertimbangkan masa depannya bersama City pada musim panas ketika pelatih berkepala plontos itu memasuki tahun terakhir dalam kontrak sebelumnya.
Hal itu menegaskan bahwa Guardiola akan menghabiskan karirnya di Etihad Stadium selama 10 tahun dan akan menjadi pelatih ketika keputusan yang diambil mengenai 115 dakwaan yang dihadapi The Citizens. Namun, kini fokus Guardiola adalah pertandingan melawan Tottenham Hotspur malam ini dan bertekad untuk mengakhiri 4 kekalahan beruntun di semua kompetisi.
Baca Juga: ASEAN Championship 2024 Bakal Gunakan VAR, Media Vietnam Mulai Panik
Dalam konferensi persnya baru-baru ini, Guardiola mengatakan bahwa ia yakin bahwa banyak klub Liga Primer Inggris yang ingin Man City terdegradasi. Ia menyebut ada 75 persen klub Liga Inggris yang mendukung hukuman degradasi untuk klub berjuluk The Sky Blues itu.
"Saya membaca sesuatu tentang situasinya dan bagaimana Anda harus segera terdegradasi. 75 persen klub menginginkannya, karena saya tahu apa yang mereka lakukan di balik layar dan hal-hal semacamnya. Namun saya tidak hidup dengan itu, saya hidup dengan empat kekalahan, itulah yang harus saya lakukan. Ada pengacara di kedua sisi," kata Pep Guardiola dalam wawancaranya yang dikutip dari The Telegraph pada Sabtu (24/11/2024).
"Saya memilih untuk tidak berada di posisi itu tetapi begitu posisi itu ada, saya menyukainya. Karena ketika Anda percaya pada klub Anda, dan orang-orang di sana. Saya percaya apa yang mereka katakan kepada saya dan alasannya. Saya berkata, “Baiklah, mari kita lihat”. Saya belum bisa mengatakannya karena kami menunggu hukumannya pada bulan Februari atau Maret – saya tidak tahu kapan tapi pada saat yang sama, saya menyukainya," tutur eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu menambahkan.
Man City dan Aston Villa telah dikalahkan oleh otoritas Liga Primer Inggris dalam pertarungan sengit pemilihan sponsor, setelah sebelumnya hanya Newcastle United dan Nottingham Forest saja yang bergabung untuk memprotes perubahan kebijakan APT.
Baca Juga: Jarang Dapat Menit Bermain, Christopher Nkunku Siap Cabut Dari Chelsea
Klub-klub Liga Primer Inggris memberikan 16 suara dukungan dan 4 lainnya menolak untuk meloloskan 3 amandemen yang diusulkan, sebagai tanggapan terhadap arbitrase penting The Citizens di musim panas lalu.
Tentu saja, ini merupakan kekalahan telak bagi Man City dan Aston Villa, yang keduanya telah mengirimkan surat kepada rival mereka di Liga Inggris dalam beberapa hari terakhir untuk mendesak mereka untuk menentang perubahan yang dilakukan oleh Liga Primer Inggris.
Apalagi, City juga bersikeras bahwa APT tidak berlaku, pihak The Citizens juga memperingatkan jelang pertemuan tersebut bahwa opsi hukum akan dipertimbangkan jika proses pemungutan suara berhasil.
Namun, klub rival menyetujui perubahan, yang terpenting adalah bahwa penjaman pemegang saham tidak lagi dikecualikan dalam peraturan. Chelsea dan Everton menjadi target kunci bagi Man City dan Aston Villa untuk mendapatkan sekutu, mendukung liga tersebut meskipun sebelumnya memberikan suara untuk menentang APT pada Februari lalu.
Dalam 115 dakwaan mereka yang terpisah dengan pemungutan APT, City selalu membantah pihaknya melakukan kesalahan. Namun, jika mereka terbukti bersalah, mereka siap mendapat hukuman pengurangan poin, finansial atau degradasi sekalipun.
"Saya katakan ketika semua klub menuduh kami melakukan kesalahan dan orang-orang berkata ‘apa yang terjadi jika kami terdegradasi?’ Saya akan berada di sini,” kata Guardiola menegaskan.
"Saya tidak tahu posisi yang akan mereka berikan kepada kita, Konferensi? [Tetapi] tahun depan kami akan bangkit dan kembali ke Liga Premier," tutur pelatih yang juga merupakan legenda Barcelona itu.
Guardiola mengatakan bahwa faktor keluarga menjadi alasan dibalik keputusannya untuk tetap bertahan di Man City dan memasuki dekade kedua di sepak bola Inggris yang telah membuatnya mampu memenangkan 6 gelar Liga Inggris dan satu gelar Liga Champions di musim saat klub meraih Treble Winners bersejarah.
Baca Juga: Ole Romeny Siap Berseragam Timnas Indonesia di FIFA Matchday Maret 2025!
"Ketika saya memulai kontrak terakhir, saya mengatakan itu akan menjadi kontrak terakhir," kata Guardiola.
"Saya selalu berpikir begitu, kalau tidak saya akan memperpanjangnya enam tahun. Saat saya bilang saya tidak tahu, itu benar. Saat saya ragu – itu karena saya sedang lelah, ketika anak-anak jauh dari saya," tutur pelatih yang juga menjadi bagian Timnas Spanyol dalam meraih medali emas di Olimpiade 1992 lalu menjelaskan.
"Salah satu tujuan utamanya bukanlah menjadi sesuatu yang dibatasi oleh angka-angka atau apa pun, melainkan untuk menjadi bahagia. Bangun di pagi hari, datang bekerja dan menyukainya. Inilah satu-satunya alasan mengapa. Angka di sini, 10 tahun adalah konsekuensi dari sesuatu. Terkadang Anda memerlukan sesuatu dalam diri Anda untuk menemukan momen dan inilah alasannya. Hanya dalam dua jam, kami berhasil," tutur pelatih berusia 53 tahun itu menutup wawancara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Telegraph