Rabu, 11 DESEMBER 2024 • 13:00 WIB

Jose Mourinho Minta Keadilan soal Kasus Financial Fair Play yang Menimpa Manchester City

Author

AS Roma resmi memecat Jose Mourinho sebagai pelatih kepala mereka.

INDOZONE.ID - Jose Mourinho tegaskan ingin ada keadilan ketika eks pelatih Manchester United itu terus berdebat dengan Pep Guardiola terkait 115 dakwaan Premier League yang dijatuhkan kepada Man City.

Diketahui, Guardiola sebelumnya menyindir Mourinho pekan lalu setelah ia membandingkan dirinya dengan pelatih asal Portugal itu, setelah tangannya memberi kode angka enam di hadapan penggemar Liverpool saat Man City dikalahkan The Reds dengan skor 2-0 di Anfield.

Mourinho sendiri juga pernah mengacungkan 3 jari di saat akhir kariernya bersama Manchester United pada 2018 lalu untuk merespon berbagai kritikan.

Dari hal itulah, dalam konferensi persnya beberapa waktu lalu Guardiola merespon pertanyaan wartawan yang sedikit menyinggung Jose Mourinho.

Baca Juga: Minim Persiapan, Shin Tae-yong Puas dengan Penampilan Timnas Indonesia yang Melebihi Ekspektasi

"Mungkin kami sama, tapi dia hanya memenangkan gelar 3 kali dan saya memenangkan 6 gelar," kata Guardiola dalam konferensi persnya seusai laga melawan Liverpool pekan lalu.

Menanggapi sindiran Guardiola, Mourinho langsung menyinggung 115 dakwaan yang dihadapi Man City karena melanggar aturan financial fairplay.

"Saya ingin menang, namun saya ingin menang dengan bersih dan adil. Jika saya tidak bisa menang dengan bersih, saya lebih memilih kalah. Dia memenangkan enam trofi dan saya memenangkan tiga, tapi saya menang dengan adil dan bersih. Saya tidak ingin menang dengan menangani 115 kasus," kata Jose Mourinho dalam wawancaranya yang dikutip dari Daily Mail pada Rabu (11/12/2024).

Namun dalam wawancaranya baru-baru ini, Mourinho mengatakan bahwa ia tak ingin melihat Man City degradasi, tetapi ia hanya menegaskan ingin ada keadilan dalam kasus yang menimpa klub berjuluk The Citizens itu.

Baca Juga: Buntut Video Hina Liverpool dan Menghisap Sabu, David Coote Resmi Dipecat sebagai Wasit Liga Primer Inggris

Jose Mourinho dan Pep Guardiola saat pertandingan El Clasico (X/@Independent)

Pelatih berusia 61 tahun itu juga mengklaim bahwa ia dan Guardiola tidak ada masalah apapun meskipun rivalitas keduanya panas baik saat melatih Real Madrid dan Barcelona, dan juga saat keduanya kembali melanjutan rivalitas panas mereka di Liga Inggris saat melatih Manchester United dan Man City.

"Pep dan saya bekerja bersama selama tiga tahun, kami tahu kami saling mencintai," kata Mourinho dalam wawancaranya yang dikutip dari media Turki, Fanatik.

"Tidak benar saya ingin mereka [Man City] terdegradasi, yang benar saya menginginkan keadilan. Tim kecil terkadang dapat dikenakan penalti oleh FFP ketika mereka melebihi batasnya sebesar 5-10 Euro," tutur eks pelatih AS Roma itu melanjutkan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siap Gelontorkan Rp227 Miliar untuk Dukung Kemajuan Sepak Bola Indonesia

Tak hanya itu, Mourinho juga mengenang masa-masanya saat melatih AS Roma, yang dimana ia juga merasa menderita dengan aturan saat ia masih melatih Giallorossi itu. Ia mengaku tak ada masalah dengan Guardiola, namun ia hanya ingin keadilan di dalam maupun di luar lapangan.

"Saya juga menderita karena batasan ketika saya berada di Roma. Menurut saya ini tidak adil," kata eks pelatih Chelsea itu menambahkan.

"Kami saling mencintai, dia tahu itu. Kata-kata adalah satu hal, perasaan adalah hal lain. Yang saya inginkan hanyalah keadilan, tetapi kami tidak mempunyai perasaan buruk terhadap satu sama lain," tutur Jose Mourinho menutup wawancara.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Daily Mail, Fanatik

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU