Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
INDOZONE.ID - Tren negatif Manchester City kembali berlanjut pada akhir pekan kemarin usai mereka harus menelan kekalahan dari Aston Villa pada Sabtu (21/12/2024) malam WIB.
Bertanding di Villa Park, Man City harus telan kekalahan 2-1 atas Aston Villa, yang mana kedua gol The Villans dicetak oleh Jhon Duran pada menit ke-16 dan Morgan Rogers di menit ke-65. Sementara itu, satu-satunya gol The Citizens hanya dicetak oleh Phil Foden di menit ke-90+3.
Tentu saja, hasil tersebut menambah tren negatif Man City yang di mana dalam 12 pertandingan terakhir, mereka hanya mampu menang satu kali yang di mana satu-satunya kemenangan hanya diraih saat menghadapi Nottingham Forest pada awal bulan ini. Saat itu, The Citizens mampu menumbangkan Chris Wood dkk dengan skor 3-0.
Meraih satu kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir tentunya bukan catatan yang bagus bagi klub sekelas Man City.
Catatan tersebut tentunya menunjukkan bahwa ada masalah di internal Man City atau mungkin strategi Pep Guardiola yang sudah usang.
Jelang pergantian tahun, tentunya Pep Guardiola harus segera menemukan solusi untuk membawa Erling Haaland dan kolega bangkit.
Hal yang paling adalah perubahan strategi.Lantas, bagaimana cara Pep Guardiola untuk bisa membawa Man City kembali bangkit?
Baca Juga: Jiwa Kepemimpinan Jay Idzes di Lini Pertahanan Venezia Tuai Pujian dari Media Italia
Pep Guardiola tentunya harus berani untuk mengistirahatkan Erling Haaland untuk beberapa pertandingan ke depan dan kembali menerapkan formasi false nine seperti yang dilakukannya pada musim 2020/21 lalu.
Di musim tersebut, Man City sempat menggunakan formasi false nine saat Sergio Aguero alami cedera dan Guardiola menempatkan pemain-pemain seperti Ilkay Gundogan, Phil Foden hingga Raheem Sterling sebagai false nine.
Alhasil, perubahan taktik Pep Guardiola saat itu terbukti berhasil dan sukses membawa Man City juara Liga Inggris musim 2020/21 dan juga membawa City menjadi finalis Liga Champions di musim yang sama.
Tentu saja, formasi false nine bisa digunakan Pep Guardiola pada sisa musim ini, mengingat Erling Haaland saat ini juga sedang buntu untuk mencetak gol.
Tentunya, pemain-pemain seperti Jack Grealish, Ilkay Gundogan, Phil Foden atau Savinho bisa dipasang sebagai false nine.
Apalagi, Claudio Echeverri juga akan bergabung dengan Man City pada jendela transfer Januari nanti, tentunya pemain berusia 18 tahun itu akan meringankan beban Erling Haaland di lini serang City.
Baca Juga: Manchester United Siap Jual Christian Eriksen dan Victor Lindelof Pada Jendela Transfer Januari
Solusi lainnya, jika Pep Guardiola masih kekeuh memainkan Erling Haaland di ujung tombak Man City. Pelatih berusia 53 tahun itu bisa menerapkan formasi treble winners City yaitu 3-2-4-1.
Alasan Pep harus kembali menerapkan formasi tersebut tentunya tidak terlepas dari kelebihan formasi tersebut yang memberikan stabilitas dalam bertahan.
Melansir dari Breaking The Lines, formasi tiga bek sejajar tentunya sangat memungkinkan lini pertahanan lebih solid.
Hal tersebut, karena formasi 3 bek juga kuat dalam duel satu lawan satu dengan pemain sayap lawan ketimbang menggunakan formasi 4 bek yang dimana bek sayapnya sering telat turun untuk menutup celah. Tak cuma itu, formasi ini juga terbukti ampuh dalam menghadapi serangan balik cepat.
Hal itu tentunya tidak terlepas dari 3 bek yang tetap berada di areanya. Terlebih, adanya double pivot juga menambah jumlah pemain di lini pertahanan, karena tugas double pivot di formasi 3-2-4-1 itu harus sigap untuk memback-up 3 bek tersebut saat menghadapi serangan.
Baca Juga: Bertemu Sekjen AFC, Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia vs Bahrain Main di GBK
Tak cuma itu saja, penerapan formasi 3-2-4-1 juga menambah variasi serangan dan juga kontrol di lini tengah. Apalagi kehadiran double pivot dan dua gelandang serang diyakini akan membuat tim tersebut menang jumlah dengan lini tengah tim lawan saat melakukan build up serangan.
Jika berbicara soal variasi serangan, dengan penerapan formasi tersebut tentunya membuat jumlah pemain di kotak penalti lawan menumpuk saat melakukan serangan.
Dari hal itulah, secara praktis semakin banyak opsi dan juga variasi serangan yang tercipta. Baik itu melalui cutback, crossing, satu lawan satu ataupun dengan umpan terobosan.
Dari kelebihan formasi 3-2-4-1, membuat Pep Guardiola membawa Man City tampil konsisten dan mampu meraih treble winners pada musim 2022/23 lalu.
Tentu saja, Guardiola bisa menerapkan formasi tersebut. Apalagi, performa Kyle Walker musim ini menurun ditambah dengan performa Rico Lewis yang angin-anginan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2024, Erick Thohir akan Evaluasi Shin Tae-yong
Di luar dari segi taktikal, Pep Guardiola juga harus membeli beberapa pemain baru pada jendela transfer periode Januari mendatang. Hal itu tentunya tidak terlepas dari banyaknya pemain yang cedera pada musim ini.
Pada jendela transfer Januari mendatang, setidaknya Man City harus membeli satu gelandang bertahan, full-back dan juga satu penyerang.
Ketiga area tersebut, harus segera diperkuat oleh Pep Guardiola. Sebab, City juga memerlukan satu gelandang bertahan baru untuk menggantikan posisi Rodri yang baru dalam tahap pemulihan cedera ACL. Untuk posisi gelandang bertahan sendiri, The Citizens telah membidik Bruno Guimaraes hingga Martin Zubimendi.
Baca Juga: Kalah Lagi, Erling Haaland Masih Yakin Pep Guardiola Bisa Bawa Man City Bangkit dari Keterpurukan
Sementara itu, Pep juga harus membeli fullback khusunya bek kanan untuk menjadi suksesor jangka panjang bagi Kyle Walker serta satu penyerang yang bisa menjadi pelapis bagi Erling Haaland.
Sebab, sejak hengkangnya Julian Alvarez ke Atletico Madrid praktis City tak memiliki pelapis yang sepadan dengan penyerang Norwegia itu.
Untuk posisi bek kanan sendiri, City kabarnya tengah membidik Jeremie Frimpong dari Bayer Leverkusen.
Sementara itu, untuk pelapis Erling Haaland, The Citizens dikabarkan tengah membidik beberapa penyerang salah satunya adalah penyerang Celtic, Kyogo Furuhashi.
Itulah sedikit analisis dari kami terkait perubahan yang harus dilakukan Pep Guardiola untuk bisa bangkit dari keterpurukan.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan