Sabtu, 04 JANUARI 2025 • 07:45 WIB

Kisah Irak di Piala Asia 2007: Sukses Juarai Piala Asia di Tengah Status sebagai Tim Non-Unggulan dan Negara Hancur Pasca Invasi AS

Author

Pada dekade 90-an hingga awal 2000-an, suasana politik di negeri Irak sedang berada pada periode yang sangat carut-marut.

INDOZONE.ID - Pada dekade 90-an hingga awal 2000-an, suasana politik di negeri Irak sedang berada pada periode yang sangat carut-marut.

Puncaknya yaitu di tahun 2003, ketika Amerika Serikat (AS) melakukan invasi ke Irak, serta di tahun 2006, ketika Presiden Saddam Hussein dijatuhi hukuman mati berupa hukum gantung.

Tentu, 2 hal ini sangat berdampak pada kehidupan para warga Irak, termasuk juga kehidupan dunia sepakbola di negeri tersebut. Menuju Piala Asia 2007, persiapan Timnas Irak sangatlah jauh dari kata siap.

Bagaimana tidak, berbagai permasalahan muncul menerpa Irak di tahun-tahun menjelang digelarnya Piala Asia 2007 yang digelar di Indonesia-Thailand-Malaysia-Vietnam.

Baca Juga: Timnas Indonesia U20 Mulai Persiapan untuk Piala Asia U20 2025, Berikut Daftar Pemain

Permasalahan tersebut diantaranya yaitu ratusan warga sipil tewas tiap harinya akibat Invasi AS, Asosiasi Sepakbola Irak tidak mampu untuk menyediakan perlengkapan untuk Asian Games 2006, dan terjadinya kekurangan makanan untuk tim dan para pemain yang ditahan, di mana hal-hal ini tentu hanya dapat menimbulkan rasa tertekan, kelelahan, frustasi, dan ketakutan.

Selain masalah-masalah tersebut, permasalahan lain yang timbul yang tidak kalah peliknya yaitu Irak tidak bisa bermain di kandang mereka sendiri di Baghdad karena alasan keamanan, sehingga mereka harus memindahkan kandang mereka di Abu Dhabi.

Berbagai permasalahan pelik inilah yang menjadi tantangan bagi Jorvan Viera, pelatih asal Brazil, yang saat itu ditunjuk untuk membawa kejayaan Timnas Irak yang sedang rapuh dan hancur.

Piala Asia 2007

Singkat cerita, Piala Asia 2007 pun tiba. Perjalanan menuju Tanah Asia Tenggara yang diwarnai dengan hal-hal yang memilukan, ditambah statusnya yang bukan merupakan tim unggulan.

Baca Juga: Resmi! Indonesia Ajukan Diri sebagai Tuan Rumah Tunggal di Piala Asia 2031

Walaupun sebelumnya sudah mengikuti Piala Asia sebanyak 5 kali dan Piala Dunia sebanyak 1 kali, tepatnya Piala Dunia 1986, seolah menunjukkan bahwa Irak tidak akan mampu melangkah jauh di Piala Asia saat itu, yang pada kenyataanya, justru hal sebaliknya yang terjadi.

Mengawali pertandingan pada 7 Juli 2007 menghadapi tuan rumah Thailand, Irak harus puas menyudahi pertandingan dengan skor 1-1, dengan Younis Mahmoud mencetak gol penyama kedudukan setelah sebelumnya Thailand berhasil unggul terlebih dahulu di menit 6.

Di pertandingan kedua, Irak harus berhadapan dengan tim favorit juara, yaitu Australia, yang oleh banyak pihak dijagokan menjadi juara bersama dengan tim favorit lainnya, yaitu Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Tak disangka, Irak memenangi pertandingan dengan skor meyakinkan, yaitu 3-1.

Di pertandingan terakhir, Irak kembali bermain imbang 0-0 melawan Oman, namun hasil seri ini cukup untuk menghantarkan Irak sebagai juara grup dan berhak lolos ke babak perempat final.

Di perempat final, Younis Mahmoud berhasil menjadi pahlawan kemenangan setelah 2 gol nya berhasil membawa Irak mengalahkan tim tuan rumah lainnya, Vietnam, dengan skor 2-0. Kemudian, di babak semi-final, penantang Irak yaitu Korea Selatan, tim yang bahkan disebut lebih kuat dari Australia.

Hebatnya, Irak berhasil menahan imbang Korea 0-0 hingga extra time dan akhirnya adu penalti. Irak pun memenangi drama adu penalti dengan skor 4-3 dan berhak melangkah ke babak final.

Di babak final, penantang Irak adalah Arab Saudi, yang menjadi salah satu dari 4 tim yang diprediksi akan menjadi juara di Piala Asia 2007.

Bermain di Stadion Gelora Bung Karno dan disaksikan 60,000 penonton, yang menjadikan jumlah penonton terbanyak sepanjang Piala Asia 2007, Irak sangat kesulitan untuk memecah kebuntuan, dan skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Baru pada menit ke 72, Irak akhirnya berhasil memecah kebuntuan berkat sundulan dari Younis Mahmoud, skor 1-0 untuk Irak bertahan hingga pertandingan usai, Irak pun keluar sebagai juara, memathkan berbagai prediksi yang dilontarkan sebelumnya.

Gelar Irak semakin lengkap setelah Younis Mahmoud dianugerahi pemain terbaik Piala Asia 2007, serta sang kiper Noor Sabri yang dinobatkan sebagai kiper terbaik.

Tentu, keberhasilan ini akan selalu diingat dalam sejarah Negara Irak, sebuah kemenangan yang berhasil membangkitkan dan menyatukan kembali negara yang hancur akibat perang.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fourth Floor

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU