INDOZONE.ID - Manajer Manchester United, Ruben Amorim, secara terang-terangan mengungkapkan, ia lebih memilih memberi tempat di bangku cadangan kepada pelatih kiper berusia 63 tahun, daripada Marcus Rashford. Hal ini disebabkan Rashford dinilai kurang berusaha dalam sesi latihan.
Marcus Rashford telah absen dari skuad utama Manchester United selama enam pekan terakhir, termasuk dalam laga kemenangan 1-0 atas Fulham di Premier League.
Dengan jendela transfer yang akan ditutup pada 3 Februari, masa depan Rashford di klub masih menjadi tanda tanya.
Amorim secara terbuka mengkritik sikap Rashford yang dianggap tidak memberikan usaha maksimal, dalam kesehariannya sebagai pemain profesional.
Alasan Amorim Mencoret Rashford
Keputusan Amorim mencoret Rashford dari skuad, tak lepas dari filosofi kepelatihannya yang menetapkan standar disiplin yang tinggi.
Pelatih asal Portugal ini dikenal dengan pendekatan tegas terhadap pemainnya. Dalam wawancara pasca-pertandingan melawan Fulham, Amorim memberikan alasan jelas di balik pilihannya.
“Alasannya selalu sama, latihan, cara yang saya lihat harus dilakukan oleh seorang pesepakbola dalam hidup. Setiap hari, setiap detail,” ujar Amorim, menjelaskan absennya Rashford dalam pertandingan melawan Fulham.
Amorim juga menegaskan, standar yang ia tetapkan berlaku untuk semua pemain tanpa pengecualian. Komitmen dan kerja keras menjadi faktor utama dalam menentukan siapa yang layak bermain.
“Jika keadaan tidak berubah, saya tidak akan berubah. Ini adalah situasi yang sama untuk setiap pemain, jika Anda melakukan hal yang maksimal dan benar, kami dapat menggunakan setiap pemain," tambahnya.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Marcus Rashford Dicoret Ruben Amorim dari Skuad Manchester United
Amorim Lebih Pilih Kiper Berusia 63 Tahun di Bench
Amorim bahkan menyebut, lebih memilih memberikan tempat kepada Jorge Vital, pelatih kiper berusia 63 tahun, daripada pemain yang kurang berdedikasi.
“Anda dapat melihat di bangku cadangan kami kehilangan sedikit (pemain yang memiliki kecepatan) di bangku cadangan, tetapi saya akan menempatkan (pelatih kiper Manchester United) Jorge Vital di atas pemain yang tidak memberikan yang maksimal setiap hari,” tegas Amorim.
Meskipun Rashford masih ingin bermain untuk Manchester United, harapan bisa pindah ke AC Milan sirna, setelah klub Italia itu mendatangkan Kyle Walker.
Sementara itu, opsi kepindahan ke Barcelona bergantung pada keluarnya beberapa pemain dari skuad. Hingga kini, baik Eric Garcia maupun Ansu Fati belum menunjukkan tanda-tanda ingin meninggalkan klub.
Baca Juga: Staf Pelatih yang di Bawa Ruben Amorim ke Manchester United Beserta Profil Lengkapnya
Dukungan untuk Amorim
Keputusan Ruben Amorim mendapat respons positif dari sejumlah pengamat sepak bola dan mantan pemain. Shay Given, mantan kiper Manchester City, memuji ketegasan Amorim dalam menerapkan prinsipnya.
“Para penggemar tidak bodoh. Mereka melihat tidak ada yang cukup baik dari para pemain (terutama Rashford) dan Ruben Amorim hanya bersikap jujur,” ucap Shay Given.
“Jika Anda tidak berlatih keras dan mendedikasikan hidup Anda, Anda tidak akan berada di tim. Anda harus menunjukkan kepada manajer bahwa Anda layak mendapatkan tempat di tim,” tambah Given.
Sementara itu, mantan gelandang Aston Villa, Thomas Hitzlsperger, menyebut cara Ruben Amorim sebagai pesan kepada pemain lainnya. Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko dalam hubungan pelatih dan pemain.
“Dia ingin memberikan contoh, tetapi jika dia melakukan itu, mereka tidak akan pernah berteman lagi. Amorim juga berada di bawah tekanan, jika dia sangat keras terhadap para pemain maka timnya harus berkembang,” ujar Hitzlsperger.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC Sport