Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
INDOZONE.ID - Harapan Arsenal untuk meraih trofi pertama musim ini harus pupus setelah dikalahkan Newcastle United.
Kekalahan 2-0 di St James' Park memastikan The Gunners tersingkir dengan agregat 4-0 di semifinal Carabao Cup.
Hasil ini semakin mempertegas masalah ketajaman lini depan Arsenal yang kembali menjadi sorotan para penggemar dan pengamat sepak bola.
Arsenal Masih Berpeluang Juara, Tapi Sulit
Meskipun tersingkir dari Carabao Cup, Arsenal masih memiliki peluang meraih gelar di Liga Inggris dan Liga Champions.
Saat ini, mereka tertinggal enam poin dari Liverpool, yang memuncaki klasemen Liga Inggris. Selain itu, mereka juga telah memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions.
Baca Juga: Arsenal Hancurkan Manchester City 5-1 di Emirates, Kirim Sinyal Bahaya di Perebutan Gelar
Namun, jika Arsenal kembali gagal meraih trofi musim ini, maka puasa gelar mereka akan memasuki tahun keenam sejak terakhir kali memenangkan Piala FA 2020.
Tekanan semakin besar bagi Mikel Arteta untuk membawa timnya meraih prestasi di kompetisi yang tersisa.
Mikel Arteta tidak menampik bahwa timnya kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
"Kami harus menelan kekalahan ini, ini memang berat," kata Arteta.
"Kami memiliki ekspektasi tinggi. Kami tahu betapa sulitnya tugas ini karena hasil yang kami bawa dari London, tetapi saat ini tidak ada yang bisa kami lakukan."
Baca Juga: Sebelum Pilih Galatasaray, Alvaro Morata Sempat Diincar Arsenal yang Butuh Striker
Arteta mengakui bahwa Newcastle tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang menjadi faktor utama kekalahan Arsenal.
Meskipun sering mendapat kritik, Kai Havertz menjadi satu-satunya pemain Arsenal yang telah mencetak lebih dari 10 gol di semua kompetisi musim ini.
Namun, mantan kiper Newcastle, Shay Given, menilai Arsenal terlalu bergantung pada pemain asal Jerman tersebut.
Dengan lini serang yang belum menemukan konsistensi, Arsenal perlu segera mencari solusi agar tetap kompetitif di Liga Inggris dan Liga Champions.
Jika tidak, musim ini bisa kembali berakhir tanpa trofi, memperpanjang penantian mereka untuk meraih gelar bergengsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN