INDOZONE.ID - Kepala Eksekutif Manchester United, Omar Berrada, telah melakukan penyelidikan terkait seringnya kebocoran informasi di sekitar Old Trafford.
Dalam sebuah email yang dikirim kepada seluruh staf yang bertugas, ia menegaskan bahwa pembocoran informasi klub akan dianggap sebagai pelanggaran berat yang dapat berujung pada pemecatan.
Manchester United Perketat Keamanan Informasi
Berrada mengirimkan email sepanjang 580 kata kepada para karyawan pada awal pekan ini. Pesan ini dikirim seiring dengan munculnya laporan mengenai pemangkasan besar-besaran dan kemungkinan pemecatan karyawan di Manchester United.
Sir Jim Ratcliffe tengah melakukan pengurangan jumlah staf, memangkas tunjangan, serta merampingkan pengeluaran sejak mengambil alih kendali operasional sepak bola tahun ini.
Para staf telah diberi tahu bahwa hal penting lainnya kini sedang diterapkan untuk mencegah bocornya informasi internal sebelum adanya pengumuman resmi dari klub.
Baca Juga: Anggaran Transfer di Musim Panas Cuma 30 Juta Poundsterling, Ruben Amorim Pusing Mau Rombak Skuad MU
"Siapa pun yang membocorkan informasi ke luar klub telah melanggar kewajiban kerahasiaan mereka. Kami sangat jelas bahwa hal ini akan dianggap sebagai pelanggaran berat," demikian isi email tersebut, seperti dilaporkan oleh Telegraph Sport.
"Untuk melindungi klub dan seluruh staf, kami tengah menerapkan langkah-langkah tambahan guna mencegah pelanggaran kerahasiaan di masa depan serta mengidentifikasi siapa pun yang bertanggung jawab."
Kebocoran Informasi Bisa Berujung Pemecatan
Berdasarkan pedoman, karyawan dapat diberhentikan secara langsung karena pelanggaran berat jika prosedur yang benar telah diikuti.
Hingga saat ini, Ratcliffe telah memberhentikan 250 staf melalui proses redundansi (proses pemberhentian karyawan dari pekerjaan sebelumnya karena alasan bisnis), dengan perkiraan tambahan 100 orang yang akan terkena dampaknya.
Berrada memahami bahwa potensi pengurangan tenaga kerja dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan staf. Namun, ia juga meminta mereka untuk melaporkan jika ada pihak luar yang mencoba mendapatkan informasi tentang klub.
"Para jurnalis sangat terampil dalam mengumpulkan informasi dari berbagai sumber," kata Omar Berrada. Ia juga menambahkan bahwa upaya mendapatkan informasi bisa dilakukan melalui WhatsApp, telepon, atau media sosial.
Baca Juga: Kalah Atas Tottenham Hotspur, Ruben Amorim Mulai Pasrah dengan Keadaan Manchester United
Manchester United Fokus pada Penghematan dan Keamanan Klub
Jika musim lalu Old Trafford menjadi bahan ejekan karena atap stadion yang bocor dan menyebabkan air hujan masuk, kali ini kekhawatiran terbesar adalah bocornya informasi penting klub ke publik.
Seperti yang telah dilaporkan oleh Telegraph Sport, Manchester United akan mengadakan pertemuan staf pada hari Senin (24/2/2025) mendatang.
Dalam pertemuan ini, rencana lebih lanjut terkait pemotongan biaya dan peningkatan pendapatan akan dijelaskan kepada karyawan.
Keputusan ini diambil setelah klub mengalami kerugian lebih dari £300 juta dalam tiga tahun terakhir.
Hingga kini, Manchester United belum memberikan komentar terkait email yang dikirim Berrada kepada staf.
Namun, dipahami bahwa tujuan utama perubahan ini adalah membawa klub kembali ke jalur yang lebih baik dan membutuhkan perubahan baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dalam laporan keuangan terbaru Manchester United, terungkap bahwa pemutusan kontrak Erik ten Hag sebagai manajer dan Dan Ashworth sebagai direktur olahraga telah menelan biaya sebesar £14,5 juta.
Para staf juga telah diberitahu bahwa klub harus mempertimbangkan berbagai cara untuk penghematan biaya, termasuk mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pemasukan untuk masa depan yang lebih stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Telegraph Sport