Sabtu, 26 APRIL 2025 • 11:12 WIB

Desain Tifo "La Casa de Mikel" untuk Lawan PSG Ditolak Klub, Suporter Arsenal Kembalikan Uang Donasi

Author

Koreo dari fans Arsenal untuk lawan PSG yang ditolak manajemen klub. (Credit/Ashburton Army)

INDOZONE.ID - Salah satu kelompok suporter Arsenal, Ashburton Army, mengumumkan bahwa mereka akan mengembalikan seluruh donasi yang telah dikumpulkan untuk pembuatan tifo di laga semifinal Liga Champions 2025 melawan Paris Saint-Germain (PSG).

Keputusan ini diambil setelah pihak manajemen klub tidak menyetujui desain tifo yang mereka ajukan.

Pertandingan leg pertama antara Arsenal vs PSG dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 29 April 2025, di Stadion Emirates.

Laga ini menjadi salah satu momen penentu bagi Arsenal untuk mengamankan keunggulan sebelum leg kedua yang akan digelar di Paris pada 7 Mei 2025.

Baca Juga: Sorry Arsenal, David Beckham Jagokan PSG ke Final Liga Champions Musim Ini

Ashburton Army Galang Dana untuk Tifo Terbesar

Koreo dari fans Arsenal untuk lawan PSG yang ditolak manajemen klub. (Credit/Ashburton Army)

Kelompok suporter Ashburton Army sebelumnya berhasil menggalang dana lebih dari £12.000 dari para penggemar Arsenal dalam waktu 24 jam.

Dana tersebut direncanakan untuk mendanai tifo terbesar yang pernah mereka buat, sebagai bentuk dukungan untuk Arsenal melawan PSG di Liga Champions.

Tiga desain tifo telah disiapkan dan semuanya terinspirasi dari serial TV Spanyol yang kini tayang di Netflix, Money Heist (La Casa de Papel).

Dua desain menampilkan elemen papan catur, yang dianggap sebagai referensi dari tifo milik suporter Real Madrid di Santiago Bernabeu, saat Arsenal meraih kemenangan 2-1 di sana pekan lalu.

Salah satu desain tifo diberi judul “La Casa de Mikel”, yang merujuk langsung pada manajer Arsenal, Mikel Arteta.

Di bagian bawah desain tifo juga tertulis pesan ikonik berbahasa Inggris: “One by one, they fall”, yang berarti “Satu per satu, mereka tumbang”.

Baca Juga: Koreo “Show Your Dignity” dari La Grande Indonesia Bakar Semangat Thom Haye

Donasi Dikembalikan Setelah Desain Ditolak Klub

Koreo dari fans Arsenal untuk lawan PSG yang ditolak manajemen klub. (Credit/Ashburton Army)

Namun, pada Kamis (24 April 2025), Ashburton Army merilis pengumuman resmi yang menyatakan bahwa semua donasi akan dikembalikan sepenuhnya kepada para pendukung yang telah berkontribusi.

“Dalam waktu 24 jam, penggemar Arsenal berhasil mengumpulkan lebih dari £10.000 untuk mendanai pertunjukan terbesar kami di semifinal melawan PSG."

"Sayangnya, klub menolak desain yang kami ajukan, dan tidak akan ada pertunjukan di Clock End. Karena itu, semua pendukung yang telah berdonasi akan menerima pengembalian dana secara penuh."

"Meskipun begitu, pentingnya laga ini tidak berubah, kami tetap membutuhkan kalian semua untuk hadir, membuat suasana meriah, dan mendukung tim dengan semangat yang luar biasa."

"Terima kasih atas semua dukungan dan donasi yang telah diberikan.”

Menurut laporan dari Metro UK, Arsenal tidak secara langsung menolak desain yang diajukan, namun ada kendala terkait waktu pengajuan proposal yang dianggap terlalu mepet dengan jadwal pertandingan.

Baca Juga: Keren Abis Koreo Suporter AC Milan di Liga Champions, DNA Eropa Nih Bos!

Arsenal Berupaya Ciptakan Atmosfer Spesial di Emirates

Hingga saat ini, Arsenal belum merilis rencana resmi untuk membangun atmosfer pertandingan menghadapi PSG.

Namun, besar kemungkinan klub ingin menciptakan suasana serupa seperti saat menghadapi Real Madrid, di mana atmosfer di dalam stadion dinilai luar biasa.

Dalam laga tersebut, klub menggunakan asap merah dan kembang api untuk meningkatkan semangat, serta membagikan ribuan kantong plastik merah-putih kepada penonton agar menciptakan visual yang mengesankan menjelang kick-off.

Selain itu, Arsenal juga mendorong fans datang lebih awal ke stadion, dengan memberikan promosi menarik berupa beli satu gratis satu untuk minuman selama satu jam pertama sejak pintu stadion dibuka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Metro UK

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU