PSM Makassar Kalah 2-0 dari Klub Vietnam, Satu-Satunya Harapan Klub Indonesia Berprestasi di Kompetisi Asia Sirna
INDOZONE.ID - PSM Makassar yang satu-satunya harapan klub Indonesia untuk berprestasi di kompetisi Asia harus menyusul klub lain yang telah gagal duluan.
PSM Makassar yang bertandang ke Vietnam untuk melawan tuan rumah Chong An Hanoi FC harus kalah dengan skor 2-0.
Baca Juga: Masih 17 Tahun, Lamine Yamal Mungkin Lebih Hebat dari Lionel Messi
PSM Makassar Mampu Menahan Tuan Rumah di Babak Pertama
Cong An Hanoi FC yang bertanding di hadapan ribuan suporter yang memadati Stadion Hang Day langsung mengambil inisiatif penyerangan.
Alan Grafite nyaris membuka skor di menit ke-5, beruntung masih mengenai tiang gawang dari Reza Arya.
Tuan rumah lagi-lagi mendapatkan peluang di menit ke-19, berawal dari sepak pojok yang diarahkan ke luar kotak penalti dan bola rebound dari Vitao lagi-lagi dimentahkan oleh Reza Arya.
Baca Juga: Manchester United Gagal Gaet Viktor Gyokeres, Ini Alasan Ruben Amorim
PSM Makassar Kecolongan Melalui Skema Set Piece
Tim asuhan Mano Polking yang merupakan mantan pemain Timnas Thailand tersebut semakin bernafsu di babak kedua untuk segera menciptakan gol.
Akhirnya melalui sepakan sudut, Hugo Gomes di menir ke-48 berhasil melepaskan tendangan meskipun dikawal oleh para pemain PSM Makassar dan mampu menggetarkan jala Reza Arya, skor 1-1 tuan rumah menyamakan agregat.
Set Piece lagi-lagi menjadi bencana untuk PSM Makassar. Kali ini giliran Bui Hoang Viet Anh di menit ke-60 yang berhasil memanfaatkan kemelut setelah tendangan bebas dan melepaskan sepakan yang telak masuk ke pojok kanan Reza Arya, skor 2-0 tuan rumah unggul.
Satu-satunya peluang berbahaya PSM Makassar diciptakan melalui sundulan pemain pengganti Abdul Rahman di menit ke-71 yang mampu diselamatkan oleh Nguyen Filip.
Hasil ini membuat Chong An Hanoi FC melaju ke babak final ASEAN Club Championship dan akan melawan salah satu diantara wakil Thailand yaitu Bangkok Pathum atau Buriram.
Kegagalan Klub Indonesia di Kompetisi Asia
Lagu lama kaset kusut, hal ini bisa menggambarkan kondisi dimana klub-klub Indonesia lagi-lagi gagal berprestasi di kompetisi Asia. Jangankan untuk juara, kesempatan masuk final pun masih jauh dari harapan.
Selain PSM Makassar, ada Borneo FC yang berkompetisi di Asean Club Championship, namun gugur di babak penyisihan setelah hanya menempati posisi ketiga dibawah Chong An Hanoi FC dan Buriram.
Sementara Persib Bandung yang bermain di kasta kedua kompetisi Asia di AFC Champions League Two hanya menempati posisi juru kunci di Grup F, setelah kalah saing dari Lion City Sailors dan Port FC yang lolos ke babak selanjutnya.
Sedangkan Madura United yang bermain di kasta ketiga kompetisi ketiga di AFC Challenge League sebenarnya cukup baik dan melaju hingga ke babak semifinal.
Sayangnya Laskar Sape Kerab harus tersingkir di babak semifinal setelah mengalami kekalahan atas Svay Rieng dari Kamboja dalam agregat skor 6-3.
Evaluasi besar-besaran harus dilakukan PSSI, terutama untuk masalah kualitas Liga 1 dan juga penjadwalan yang seringakli merugikan klub Indonesia yang bermain di Asia.
Jika klub punya misi mengharumkan nama bangsa, sudah seharusnya pihak federasi atau operator kompetisi memberikan fasilitas yang terbaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan