Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
INDOZONE.ID - Kemenangan Barcelona 4-3 atas Real Madrid di pertandingan El Clasico menambah catatan sempurna Blaugrana atas Los Blancos di musim 2024/25. Hasil ini sekaligus melebarkan jarak dari Real Madrid menjadi tujuh poin.
Kekalahan dramatis Barcelona atas Inter di Semifinal Liga Champions membuat pasukan Hansi Flick tampil abis-abisan melawan Real Madrid demi mengejar rekor sempurna selama semusim melawan Real Madrid.
Kemenangan ini menjadi rekor tersendiri karena untuk pertama kalinya Barcelona memenangkan semua pertandingan di satu musim melawan Real Madrid.
Baca Juga: Trent Alexander-Arnold Dicemooh Suporter Liverpool Jelang Kepindahan ke Real Madrid
Barcelona menang empat kali dari empat pertandingan El Clasico di musim 2024/25 atas Real Madrid ditambah satu pertandingan di pramusim, sekaligus membuat Barcelona menjalani musim sempurna yang tidak akan terlupakan dengan cepat.
Bukan hanya sekedar memenangkan seluruh pertandingan, namun Barcelona juga mencatatkan rata-rata 4 gol per pertandingan melawan Real Madrid di musim ini.
Meskipun berbagai statistik dan rekor berpihak kepada Barcelona di pertandingan El Clasico kali ini atas Real Madrid, namun di lapangan Barcelona tertinggal lebih dahulu di kandang 0-2 melalui sepasang gol yang dicetak oleh Kyllian Mbappe hanya dalam waktu 15 menit.
Namun Barcelona bisa membalikkan keadaan menjadi 3-2 hanya dalam jangka waktu 18 menit melalui sundulan Eric Garcia, tendangan melengkung Lamine Yamal, dan sebuah penyelesaian sempurna dari Rapinha di kotak penalti.
Bahkan Rapinha mencatatkan gol keempatnya sebelum pertandingan babak pertama berakhir berkat kesalahan fatal yang dilakukan Lucas Vazquez.
Meskipun Kyllian Mbappe pada akhirnya mencetak hattrick di menit ke-70, namun skor akhir tetap menjadi 4-3 untuk keunggulan Barcelona.
Real Madrid menjalani pertandingan El Clasico dengan berbagai masalah yang berada di luar lapangan.
Mulai dari kapan Ancelotti harus selesai, Xabi Alonso yang segera menjadi pengganti Ancelotti hingga kedatangan Trent Alexander Arnold yang panen hujatan di klubnya sekarang Liverpool.
Sementara Barcelona fokus terhadap pertandingan dan menikmati permainan mereka di lapangan. Suporter sehabis pertandigan telah merayakan gelar juara Liga Spanyol meskipun belum secara resmi.
Barcelona memainkan sepakbola yang paling menghibur di dunia musim ini meskipun bagi Hansi Flick tidak semua yang ditonton benar-benar menyenangkan.
El Clasico kali ini mencerminkan filosofi Hansi Flick dalam melatih Barcelona dengan garis pertahanan yang tinggi dengan perangkap offside dan menumpuk pemain lebih sering,
Strategi Hansi Flick memang pada akhirnya mengorbakan lini belakang Barcelona rapuh dengan kebobolan 18 gol dari delapan pertandingan terakhir.
Namun melawan Real Madrid, Flick mengatakan kalau Barcelona wajib bermain dengan menghibur
“Kami tahu kalau kita harus memperbaiki pertahanan. Tapi melawan Real Madrid yang memilki penyerang yang hebat dan jadwal kami yang padat, sulit untuk melakukan penyesuaian. Tapi sepakbola adalah tentang bagaimana memperbaiki kesalahan, musim depan kami berharap melakukan perbaikan sehingga melakukan lebih sedikit kesalahan,” ujarnya.
Barcelona dikenal selalu memainkan sepakbola yang penuh resiko. Selisih hanya empat poin dengan Real Madrid tidak membuat Barcelona berubah untuk berhati-hati.
Baca Juga: Xabi Alonso Resmi Jadi Pelatih Real Madrid, Siap Debut di Piala Dunia Antarklub 2025
Pada akhirnya semangat remontada yang membuat Barcelona meraih kemenangan di El Clasico dan sempurna di hadapan rival terbesarnya Real Madrid.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Athletic