INDOZONE.ID - Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, melontarkan kritik kepada tiga pemain muda Setan Merah usai bermain buruk saat kalah 0-1 dari Chelsea di Premier League alias Liga Inggris.
Rasmus Hojlund, Kobbie Mainoo, dan Alejandro Garnacho menjadi sasaran kritik Keane setelah United menelan kekalahan ke-18 mereka.
Pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge pada Jumat 16 Mei 2025 itu, berakhir dengan hasil buruk.
Dalam pertandingan tersebut, United kembali menunjukkan kelemahan di lini serang. Ironisnya, bek tengah Harry Maguire justru menjadi ancaman terbesar bagi kiper Chelsea, Robert Sanchez, setelah golnya di babak pertama dianulir karena offside.
Kritik Pedas Roy Keane untuk Rasmus Hojlund
Sementara itu, Hojlund kembali bermain buruk. Permainannya dinilai kurang baik, sentuhannya buruk, dan minim kontribusi saat bertahan.
Keane bahkan menyamakan penampilan striker asal Denmark itu dengan pemain muda yang baru promosi dari akademi.
Baca Juga: Arsenal Diimbau Tak Ulangi Kesalahan Seperti Manchester United Saat Datangkan Rasmus Hojlund
“United seperti tidak punya penyerang. Hojlund terlihat seperti anak yang baru lulus dari akademi ketika melawan Chelsea,” kata Keane kepada Sky Sports, Minggu (18/5/2025).
Keane menilai pergerakan Hojlund selalu berada di posisi yang tidak tepat, permainannya dalam bertahan buruk, dan timing-nya juga tidak sesuai harapan.
Jadi Striker MU Harus Bikin Peluang!
Ia menyebut seorang striker yang bermain untuk Manchester United seharusnya mampu menciptakan peluang, bukan hanya satu tembakan tepat sasaran dalam satu pertandingan.
Menurut Keane, terlalu banyak alasan dibuat untuk membela Hojlund, seperti kurangnya kepercayaan diri.
Padahal menurutnya, seorang penyerang harus bisa menciptakan peluang dan momen berbahaya di kotak penalti lawan.
Baca Juga: Hojlund Dicap Sebagai Penyerang yang Buruk Usai Manchester United Kalah dari Wolves di Old Trafford
Ia menjelaskan, bahwa striker-striker hebat yang pernah dimiliki klub besar, seperti Manchester United, selalu mampu menciptakan peluang dari situasi sulit. Sebab, mereka memiliki kualitas, hasrat, determinasi, pengalaman, serta naluri mencetak gol.
Meski menyadari pemain muda seperti Hojlund membutuhkan dukungan, ia menegaskan standar permainan harus tetap tinggi.
Penilaian Keane untuk Mainoo dan Garnacho
Tak hanya Hojlund, Keane juga melayangkan kritik terhadap Mainoo dan Garnacho yang musim lalu sempat tampil mengesankan. Akan tetapi, musim ini dinilai belum konsisten.
Mereka bahkan disebut-sebut bisa meninggalkan klub jika ada tawaran yang tepat pada bursa transfer musim panas 2025.
Baca Juga: Kobbie Mainoo Berencana Tolak Perpanjangan Kontrak Baru di Manchester United
“Mainoo masuk dan saya perhatikan dengan seksama. Dia terlihat santai, beberapa umpannya juga sembrono. Garnacho belum cukup matang. Dia hanya tampil bagus dalam beberapa momen, tapi tidak cukup konsisten," jelasnya.
Keane kemudian menyatakan, bahwa ia tidak akan menggantungkan harapan terhadap ketiga pemain tersebut untuk membawa Manchester United kembali ke papan atas Premier League.
Ia mengaku tidak melihat kontribusi mereka yang bisa dijadikan fondasi masa depan klub.
Garnacho Tak Pernah Bermain Konsisten
Ia menilai Garnacho sebagai pemain yang mengandalkan pada momen-momen tertentu dalam pertandingan, tetapi jarang memberikan ancaman terhadap lawan.
Meski Garnacho memiliki potensi dan mampu menunjukkan gerakan-gerakan yang berani, Keane merasa performanya terlalu naik-turun, mayoritas kurang memuaskan.
Baca Juga: Menjual Garnacho ke Chelsea Bisa Jadi Kesalahan Fatal Manchester United
Mantan kapten United itu menegaskan, bahwa klub membutuhkan pemain yang bisa tampil konsisten setiap pekan. Saat ini, ketiga pemain muda itu belum memenuhi standar tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sky Sports