Rabu, 10 NOVEMBER 2021 • 17:44 WIB

Andhika Pratama, Si Juru Bahasa Isyarat di Peparnas Papua

Author

Andhika Pratama, Juru Bahasa Isyarat pada Peparnas XVI Papua (ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi)

Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) diketahui sebagai pertandingan olahraga dengan berbagai nomor untuk atlet yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral alias disabilitas. Di Peparnas Papua edisi kali ini, yuk kenalan dengan seorang juru bahasa isyarat yang membantu para atlet disabilitas.

Dialah Andhika Pratama, sosok pria muda yang menghiasi tayangan TV maupun publikasi media center berupa video terkait Peparnas Papua.

Andhika bertugas untuk membantu para penyandang disabilitas yang tidak dapat mendengar atau tuli untuk memahami apa yang hendak disampaikan di layar kaca dengan bahasa isyarat menggunakan jari dan tangannya.

Biasanya, wajah Andhika muncul di bagian kanan bawah pada tampilan layar TV.

Dilansir Antara, Rabu (10/11/2021), mahasiswa Universitas Indonesia itu mendalami bahasa isyarat karena ada unsur ketertarikan.

"Saya itu juru bicara yang berangkat dari ketertarikan terhadap bahasa isyarat, karena ada ketertarikan ini, saya mencoba untuk menekuninya sampai terbilang cukup menjadi juru bahasa dari teman-teman tuli," katanya.

Andhika membeberkan, ketertarikan itu berawal dari adanya mata kuliah bahasa isyarat di jurusannya.

Baca Juga: Naik Kelas, Pembalap Indonesia Mario Aji Ramaikan Moto3 Musim 2022

"Mulai dari situ saya belajar, kadang juga saya berkunjung ke laboratorium riset bahasa isyarat Indonesia, yang berdekatan dengan kampus," sambungnya.

Menurut Andhika, ketika sudah mulai mengenai bahasa isyarat, dia berpikir untuk mencoba agar apa yang dia pelajari bisa bermanfaat terutama menjadi jembatan atau akses untuk informasi dan komunikasi bagi teman-teman tuli.

"Mengingat juga kini sumber daya manusia juru bahasa isyarat di seluruh Indonesia masih sedikit dan saya mencoba menambah jumlahnya sekaligus juga tidak hanya lewat begitu saja kemampuan ini," tambahnya.

Bagi Andhika, yang berasal dari Pulau Jawa, berkunjung ke Papua di event peparnas merupakan pengalaman.

Dia mempelajari bahasa isyarat dari 2017 awal dan hingga kini sudah berlangsung selama kurang lebih 4 tahun. 

Selain di Peparnas, Andhika juga sudah ditugaskan ke berbagai tempat, baik acara komunitas maupun acara bersifat nasional. Pada Asian Para Games lalu ia diminta Lembaga Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia membantu mengalihbahasakan ujaran lisan ke dalam isyarat.

Bukan hanya itu, Andhika juga terlibat dalam kegiatan media center, badan penanggulangan bencana dan lainnya yang kesemuanya merupakan penugasan yang diperoleh dari Pusat Layanan Bahasa Isyarat (PLBI).

Selama  bertugas di Peparnas Papua, Andhika berharap dapat membantu semaksimal mungkin atlet tuli yang sedang bertanding juga masyarakat tuli agar bisa menikmati serta memperoleh informasi yang setara.
 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU