Kisah Tragis Benny Paret, Petinju yang Dipukuli Sebanyak 29 Kali oleh Lawannya hingga Meregang Nyawa
INDOZONE.ID - Tinju memang salah satu olahraga ekstrem yang memiliki potensi sangat berbahaya. Hal tersebut tidak lepas dari banyaknya atlet tinju yang mengalami luka-luka, kehilangan kesadaran, bahkan meninggal dunia.
Maka dari itu, wasit yang memimpin sebuah pertandingan petinju dituntut untuk bisa peka dalam situasi yang sedang terjadi. Sang wasit wajib mengetahui apabila ada salah satu petarung yang sudah menyerah untuk menimalisir kejadian yang tak diharapkan.
Salah satu kejadian tragis yang pernah terjadi dalam sejarah olahraga tinju dialami oleh Benny Paret. Ya, Paret harus dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia karena mendapatkan 29 kali pukulan dari lawannya dalam sebuah pertarungan.
Lantas seperti apa kronologi kejadian tragis yang menimpa Paret hingga membuatnya kehilangan nyawa? Maka dari itu, silakan simat pemaparan dari INDOZONE berikut.
Kronologi Kejadian Tragis yang Menimpa Benny Paret
Paret untuk ketiga kalinya bertemu dengan musuh 'bebuyutannya' Emile Griffith. Dalam pertarungan ini, baik Paret maupun Griffith memperebutkan gelar juara dunia yang diperebutkan dalam dua pertemuan sebelumnya.
Namun dibanding dua pertarungan sebelumnya, duel Paret melawan Griffith kali ini berlangsung dengan tensi yang jauh lebih panas. Bahkan situasi sudah memanas beberapa hari jelang pertandingan.
Ya, dalam sebuah konfrensi persnya Griffith mengakui bahwa dia seorang biseksual (pecinta lawan dan sesama jenis). Hal itu pun menjadi bahan bully-an Paret kepada Griffith beberapa hari sebelum pertarungan terjadi.
Apa yang dilakukan Paret benar-benar membuat Griffith murka, dan bahkan menolak untuk melakukan sesi foto jelang pertandingan. Ia juga berjanji akan menghabiskan Paret kala keduanya berada di atas ring.
Baca Juga: Cedera Horor! Pemain Rugby Ini Kakinya Sampai Pindah Posisi, Stasiun TV Gak Berani Tayangin Ulang
Benny Paret Jalani Pertarungan Paling Brutal dalam Sejarah Tinju
Pertarungan antara Paret melawan Griffith pun akhirnya tiba. Sepanjang pertarungan para penonton disajikan duel sengit antara dua musuh 'bebuyutan' tersebut.
Hingga memasuki ronde ke 12 dari total 15 ronde, Griffith berhasil memukul telak Paret dengan sebuah kombinasi serangan. Paret masih bisa mengangkat tangannya setelah menerima kedua pukulan itu, namun keseimbangannya goyah.
Tak ingin kehilangan momen, Griffith pun lalu menhujani Paret dengan sangat banyak pukulan di sekitar bagian kepala lawannya. Sebanyak 29 pukulan Griffith mendarat telak di bagian kepala Paret.
Situasi tersebut pun membuat para penonton berteriak. Terlebih setelah melihat setengah bagian badan Paret sudah berada di luar ring, namun wasit tak kunjung menghentikan aksi Griffith yang terus menghujani pukulan kepada lawannya.
Wasit pun akhirnya menyadari jika Paret sudah kehilangan kesadarannya, dan menghentikan aksi Griffith. Griffith pun dinyatakan menang TKO dalam pertarungan tersebut.
Benny Paret Dilarikan ke Rumah Sakit untuk Dapat Pertolongan
Kondisi Paret yang sudah babak belur dan tidak sadarkan diri membuat penanggung jawab pertarungan ini melarikan sang atlet ke rumah sakit, untuk mendapatkan penindakan lebih lanjut.
Pihak rumah sakit pun menyatakan bahwa Paret mengalami koma akibat benturan keras yang terjadi secara berulang kali di bagian kepalanya. Paret dinyatakan meninggal dunia 10 hari sejak pertarungannya melawan Griffith.
Tragedi Benny Paret Bikin Komisi Wasit Tinju Berbenah
Kabar mengenai kematian Paret pun menjadi ramai diperbincangkan masyarakat saat itu. Mereka menyoroti sikap wasit yang tidak langsung menghentikan pertarungan, padahal sudah jelas Paret tak lagi mampu melanjutkan pertandingan.
Baca Juga: Cerita Pilu Miku Kojima, Eks Peraih Medali Emas Olimpiade yang Banting Setir Jadi Artis Film Dewasa
Hingga akhirnya komisi wasit secara mendadak melakukan pertemuan selang beberapa hari usai kabar kematian Paret. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengubah aturan wasit untuk bisa menghentikan sebuah pertandingan.
Kini wasit pun berhak tidak melanjutkan sebuah pertarungan jika ada indisikasi seperti diperlihatkan oleh Paret. Hingga kini, Paret masih masih dikenang sebagai salah satu petinju yang menjadi korban ganasnya olahraga tersebut.
Nah, berikut adalah kisah Benny Paret yang meregang nyawa usai menerima 29 pukulan dari lawannya. Semoga kisah ini bisa memberikan kita semua pembelajaran ya guys!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber