Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
INDOZONE.ID - Legenda NBA dan pelatih kepala San Antonio Spurs, Gregg Popovich, resmi mundur dari dunia kepelatihan dan beralih peran sebagai Presiden Tim.
Pengumuman ini disampaikan oleh pihak Spurs pada hari Jumat, mengakhiri era kepelatihan yang luar biasa dari sosok yang telah membawa tim ini menorehkan sejarah.
Baca Juga: Setelah Olimpiade 2020, Gregg Popovich Akan Pensiun?
Popovich, yang kini berusia 76 tahun, mengakui bahwa keputusan ini dipicu oleh kondisi kesehatannya, terutama setelah mengalami stroke ringan pada November lalu.
Insiden tersebut memaksanya absen sepanjang sisa musim dan menjadi titik balik untuk mempertimbangkan masa depan.
“Aku tidak bisa mengungkapkan betapa bersyukurnya aku atas banyaknya dukungan dan doa yang masuk sejak aku mengalami stroke,” ucap Popovich pada konferensi pers hari Senin.
Kondisiku memang semakin membaik setiap hari, tapi belum cukup untuk memenuhi tuntutan peran sebagai pelatih kepala.
Jadi, inilah saat yang tepat untuk berubah arah.”
Selain stroke, Popovich juga mengalami insiden medis lain pada pertengahan April.
Ia sempat pingsan di sebuah restoran steak di San Antonio dan dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Meski begitu, kondisinya kini dilaporkan terus membaik.
Selama musim 2024–2025, Mitch Johnson bertindak sebagai pelatih interim menggantikan Popovich. Kini, ia telah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala penuh waktu.
Pada perkenalan resminya, Popovich mengenakan kaos bertuliskan "El Jefe", yang menandakan peran barunya sebagai 'bos' tim dalam jabatan presiden.
Jika kamu melihat rekam jejak Popovich, sulit untuk tidak terkesima.
Ia adalah pelatih dengan kemenangan terbanyak sepanjang sejarah NBA, mencatatkan 1.422 kemenangan di musim reguler.
Ia juga sukses membawa San Antonio Spurs meraih lima gelar juara NBA, menjadikannya satu dari hanya lima pelatih dalam sejarah liga yang berhasil meraih lima trofi tersebut.
Beberapa pencapaian lain dari Popovich antara lain:
- Tiga kali dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik NBA (Coach of the Year)
- Mengantar Spurs ke babak playoff selama 22 musim berturut-turut (1998–2019)
- Melatih Timnas Basket Pria AS di FIBA World Cup 2019 dan Olimpiade Tokyo, di mana mereka meraih medali emas keempat secara beruntun
Dengan mundurnya Popovich dari kursi pelatih, sebuah babak baru dimulai bagi Spurs.
Namun satu hal pasti, warisan Popovich akan terus dikenang, baik oleh kamu penggemar setia NBA maupun oleh generasi pelatih masa depan.
Baca Juga: Imbas dari Krisis Keuangan, KTM Tinggalkan MotoGP di Musim 2026
Kini, ia bersiap untuk mengarahkan tim dari balik layar sebagai Presiden Spurs, membangun masa depan tim dengan visi dan pengalaman luar biasa.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Si.com