Kepa Arrizabalaga saat bermain di Chelsea. (REUTERS/Peter Nicholls)
INDOZONE.ID - Tren transfer pemain dari Chelsea ke Arsenal, tampaknya semakin menjadi kebiasaan dalam beberapa musim terakhir Premier League.
Yang terbaru, Arsenal resmi merekrut Kepa Arrizabalaga, dengan nilai transfer yang cukup terjangkau, yakni sekitar £5 juta.
Kehadiran Kepa menambah daftar pemain Chelsea yang berlabuh ke Arsenal. Sejak musim panas 2019, tercatat sudah enam kali Arsenal memboyong pemain dari Chelsea.
Jika dihitung, total dana yang digelontorkan untuk mendatangkan pemain dari rival sekota tersebut, telah menyentuh angka £90 juta.
Baca juga: Tidak Ada Rumor, Arsenal Tiba-tiba Datangkan Kepa Arrizabalaga dari Chelsea
Sebelum Kepa, Arsenal juga sempat mendatangkan nama-nama seperti David Luiz, Willian, Jorginho, Kai Havertz, hingga Raheem Sterling (dalam skema peminjaman).
Bahkan, jika kita melihat lebih jauh ke belakang, Petr Cech juga sempat mengikuti jalur serupa pada 2015 dengan nilai transfer £10 juta.
Lantas, apa sebenarnya alasan Arsenal begitu gemar membeli pemain dari Chelsea? Apakah ini bagian dari strategi transfer, atau hanya kebetulan belaka?
Selebrasi Kai Havertz setelah mencetak gol di Arsenal (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
Salah satu alasan paling logis yang mendorong pemain Chelsea pindah ke Arsenal adalah, faktor lokasi. Kedua klub sama-sama berbasis di London, yang berarti para pemain tidak perlu melakukan relokasi besar-besaran.
Bagi pesepakbola yang sudah berkeluarga dan menetap di ibu kota Inggris, kepindahan antar-klub London seperti ini jauh lebih mudah.
Walaupun ada perbedaan lokasi antara tempat latihan Chelsea di Cobham dan Arsenal di London Colney, relokasi bukanlah hal wajib. Banyak pemain yang memilih tetap tinggal di wilayah yang sama.
Jika ditelusuri lebih jauh, sebagian besar pemain yang pindah dari Chelsea ke Arsenal adalah mereka yang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas.
Di fase akhir karier seperti ini, pilihan bermain di klub besar dengan peran yang penting sangat jarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Telegraph