INDOZONE.ID - Sebuah kabar mengejutkan datang dari salah satu legenda hidup Timnas Spanyol, yakni Joan Capdevila. Mantan bek kiri andalan La Furia Roja saat menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan ini dilaporkan ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat menjelang partai final Piala Dunia 2026.
Padahal, kehadiran Capdevila di Amerika Serikat sangat dinantikan untuk bereuni dengan skuad legendaris 2010 sekaligus memberikan dukungan moril langsung bagi generasi baru Spanyol yang akan bertarung melawan Argentina di laga final.
Baca juga: Takut Siswa Kurang Tidur, Singapura Mundurkan Jam Masuk Sekolah demi Laga Final Piala Dunia 2026
Alasan penolakan visa atau izin masuk Capdevila ke Amerika Serikat kabarnya dipicu oleh aturan keimigrasian yang ketat. Di masa lalu, pria berusia 48 tahun ini diketahui sempat berkunjung ke Iran untuk menjalani sebuah pertandingan eksibisi atau seremonial.
Berdasarkan regulasi ketat perbatasan Amerika Serikat, riwayat kunjungan ke negara-negara tertentu, termasuk Iran memang memerlukan peninjauan visa berlapis dan sering kali berujung pada penolakan otomatis melalui sistem Visa Waiver Program (ESTA).
Merasa buntu karena prosedur birokrasi, Capdevila akhirnya nekat membuat surat terbuka di akun media sosial pribadinya.
Demi membuktikan kredibilitas dirinya sebagai sosok olahragawan profesional yang bersih dari agenda politik atau kriminal, ia bahkan melampirkan bukti foto ikonik saat dirinya mengangkat trofi emas Piala Dunia 2010.
Dalam unggahannya tersebut, mantan pemain Villarreal dan Deportivo La Coruna ini menuliskan pesan emosional meminta bantuan:
"Bisakah seseorang membantu saya soal ini? Kalian mungkin tidak tahu betapa bersemangatnya saya untuk bisa berada di sana bersama semua rekan setim saya dari tahun 2010 dan bersama tim ini untuk memberikan dukungan kepada mereka."
Unggahan tersebut langsung viral dan memancing gelombang solidaritas dari para penggemar sepak bola dunia yang berharap otoritas terkait mau memberikan dispensasi khusus bagi sang juara dunia.
Penolakan ini terasa sangat ironis mengingat status Capdevila dalam sejarah sepak bola Spanyol. Berbeda dengan pemain bintang lainnya yang sering terkena rotasi, Joan Capdevila adalah pilar tak tergantikan di era keemasan taktik tiki-taka besutan Vicente del Bosque pada tahun 2010.
Ia tercatat selalu bermain full 90 menit hingga babak perpanjangan waktu di setiap laga, mulai dari pertandingan pertama fase grup hingga laga final yang bersejarah di Johannesburg, Afrika Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sportskeeda