INDOZONE.ID - Mantan gelandang Arsenal, Thomas Partey, kini menjadi perhatian publik setelah resmi didakwa atas lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan pelecehan seksual.
Pemain asal Ghana tersebut hadir di Pengadilan Magistrat Westminster, London, pada Selasa (5/8/2025), untuk mengikuti sidang perdana, terkait kasus yang melibatkan tiga korban wanita.
Partey, yang saat ini berusia 32 tahun, dituduh melakukan pemerkosaan terhadap dua wanita antara April 2021 hingga Juni 2022, saat dirinya masih bermain di Arsenal.
Baca juga: 3 Tahun Bungkam, Kenapa Arsenal Memilih Diam Terhadap Kasus Pemerkosaan Thomas Partey? Memalukan!
Selain itu, ia juga didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap wanita ketiga dalam periode yang sama.
Dalam sidang tersebut, Partey hanya diminta mengonfirmasi identitas dirinya. Ia hadir dengan mengenakan pakaian serba hitam dan tidak mengajukan pembelaan terhadap tuduhan yang dikenakan.
Jaksa Jocelyn Ledward menjelaskan, dua dari lima tuduhan pemerkosaan berkaitan dengan dugaan pemerkosaan anal, terhadap salah satu korban yang terjadi dalam konteks hubungan seksual yang sebelumnya disetujui.
Sementara itu, tiga tuduhan lainnya melibatkan wanita kedua yang mengaku diperkosa pada tiga kesempatan berbeda, dua kali di Inggris dan sekali di Spanyol.
Tuduhan pelecehan seksual yang terpisah ditujukan kepada Partey atas dugaan terhadap korban ketiga. Hingga saat ini, pihak pengadilan belum meminta Partey untuk mengajukan pembelaan.
Meski menghadapi kasus hukum serius, hakim memutuskan untuk memberikan jaminan kepada Partey. Sidang lanjutan akan digelar di Pengadilan Old Bailey, London, pada 2 September 2025.
Sementara itu, pengacara Partey menyatakan, kliennya membantah semua tuduhan dan siap untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.
Mikel Arteta bersama Thomas Partey di Arsenal. (Action Images via Reuters/Andrew Couldridge)
Thomas Partey direkrut Arsenal dari klub La Liga, Atletico Madrid, pada tahun 2020 dengan nilai transfer sebesar 50 juta euro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters, Fabrizio Romano