Ban Kapten Virgil Van Dijk di Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)
INDOZONE.ID - Premier League resmi menghentikan kerja sama dengan organisasi pendukung LGBT, Stonewall, yang dikenal dengan kampanye Rainbow Laces sejak 2013.
Keputusan ini berarti penggunaan ban kapten bermotif pelangi tidak lagi menjadi bagian dari pertandingan di Premier League.
Penghentian kerja sama ini beriringan dengan rencana Premier League untuk meluncurkan kampanye inklusi LGBTQ+ versi mereka sendiri.
Program tersebut dijadwalkan meluncur pada Februari mendatang, bertepatan dengan bulan perayaan LGBTQ+.
Kesepakatan soal perubahan ini diambil dalam pertemuan para kapten dari 20 klub Premier League pada Kamis (7/8/2025).
Selain itu, mereka juga sepakat untuk tetap melakukan aksi berlutut musim ini sebagai simbol melawan diskriminasi di sepak bola.
Menurut sumber internal liga, kampanye inklusi versi Premier League akan dirancang melalui konsultasi dengan klub, kelompok pendukung, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Edukasi soal keberagaman dan penerimaan juga akan dimasukkan dalam program liga, sehingga pesan inklusi tetap tersampaikan tanpa mengandalkan simbol pada ban kapten.
Keputusan ini juga menjadikan Premier League sebagai organisasi besar terbaru yang memutuskan hubungan dengan Stonewall.
Hal tersebut diambil di tengah perdebatan soal ideologi gender yang semakin ramai setelah Mahkamah Agung Inggris tahun ini memutuskan definisi hukum perempuan di bawah Undang-Undang Kesetaraan.
Ban Kapten Marc Guehi di Crystal Palace dengan tulisan "I Love Jesus". (REUTERS PHOTO)
Larangan penggunaan ban kapten pelangi ini muncul delapan bulan setelah insiden yang melibatkan kapten Crystal Palace, Marc Guehi.
Pemain berusia 24 tahun itu, yang dikenal sebagai penganut Kristen taat, sempat menuliskan pesan “I Love Jesus” dan “Jesus Love You” di ban kapten yang ia kenakan dalam beberapa laga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Telegraph