Mohamed Salah saat di Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)
INDOZONE.ID - Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, menegur UEFA terkait penghormatan yang diberikan kepada mendiang Suleiman Al-Obeid, legenda Palestina yang dijuluki Pele Palestina.
Kritik ini muncul karena UEFA tidak menyebutkan penyebab kematian Al-Obeid dalam pernyataannya.
Menurut Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), Al-Obeid yang berusia 41 tahun, tewas akibat serangan Israel yang menargetkan warga sipil di selatan Jalur Gaza pada Rabu (6/8/2025).
Serangan tersebut terjadi saat para warga sedang menunggu bantuan kemanusiaan.
Dalam unggahan singkat di media sosial X, UEFA memuji Al-Obeid sebagai pemain berbakat yang memberi harapan kepada ribuan anak, bahkan di masa-masa tersulit.
Salah kemudian membalas unggahan tersebut dengan komentar: “Bisakah Anda jelaskan bagaimana dia meninggal, di mana, dan mengapa?”
Baca juga: Pembunuhan JFK Diduga Karena Menentang Program Nuklir Israel, Anggota Kongres AS Ini Beri Bocoran
Hingga artikel ini diterbitkan, UEFA belum memberikan tanggapan atas komentar pemain berusia 33 tahun itu.
Sebelumnya, Salah juga pernah menyerukan agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza di tengah konflik yang telah berlangsung hampir dua tahun.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin (REUTERS/Leonhard Foeger)
PFA turut membagikan pernyataan yang dikaitkan dengan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, yang menyebut Al-Obeid sebagai sosok yang membuktikan bahwa kebahagiaan bisa tumbuh di tengah penderitaan.
"Dia mengabdikan bakat dan dedikasinya untuk anak-anak Gaza, memberikan mereka harapan agar mimpi tetap tumbuh meskipun dalam kesusahan," tulis pernyataan tersebut.
Baca juga: UEFA Coret Crystal Palace dari Liga Europa, Pemilik: Ini Keputusan Konyol dan Tidak Adil
"Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi dunia sepak bola, dan bagi semua yang percaya bahwa olahraga bisa mempersatukan orang," tambah pernyataan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters