Pemilik Crystal Palace, Steve Parish. (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)
INDOZONE.ID - Pemilik Crystal Palace, Steve Parish, menyebut keputusan UEFA yang menurunkan klubnya ke Liga Konferensi sebagai salah satu ketidakadilan terbesar dalam sejarah sepak bola.
Keputusan ini menjadi pukulan bagi Palace yang sebelumnya dipastikan lolos ke Liga Europa setelah menjuarai Piala FA musim 2024/2025.
Masalah bermula dari status kepemilikan John Textor, pengusaha asal Amerika Serikat yang diketahui memiliki saham di Crystal Palace.
Textor juga tercatat sebagai pemilik mayoritas klub Ligue 1, Olympique Lyon, yang juga lolos ke Liga Europa musim depan.
Baca juga: Gara-gara Terjerat Utang, Lyon Terpaksa Terdegradasi dari Ligue 1
UEFA menilai bahwa adanya keterkaitan kepemilikan antara dua klub yang berlaga di kompetisi yang sama melanggar regulasi multi-klub yang telah ditetapkan.
“Kami sangat kecewa. Ini adalah hari yang buruk bagi sepak bola. Ini benar-benar tidak adil. Saya yakin tidak ada yang ingin melihat hal seperti ini terjadi,” ujar Parish mengungkapkan kekecewaannya kepada Sky Sports.
Crystal Palace juara Piala FA. ( REUTERS/David Klein)
Crystal Palace awalnya berhak tampil di Liga Europa karena berhasil memenangkan Piala FA. Namun, posisi tersebut akhirnya diberikan kepada Lyon.
Klub asal Prancis itu menempati posisi keenam di klasemen akhir Ligue 1, sedangkan Palace finis di urutan ke-12 Premier League. UEFA pun memprioritaskan Lyon karena memiliki peringkat liga yang lebih tinggi.
Baca juga: Masalah Kepemilikan Ganda dengan Lyon, Crystal Palace Terancam Gagal Bermain di Liga Eropa
Dalam kasus ini, Palace gagal memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan UEFA, yaitu 1 Maret 2025, untuk menyampaikan bukti perubahan struktur kepemilikan mereka.
Meski pihak klub mengklaim bahwa Textor tidak memiliki kendali langsung atas pengambilan keputusan di Palace, argumen tersebut tidak diterima oleh UEFA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sky Sports