Amad Diallo saat bermain di Manchester United. (REUTERS/Phil Noble)
INDOZONE.ID - Legenda Manchester United, Lee Sharpe, menilai Amad Diallo kesulitan beradaptasi dengan arahan pelatih Ruben Amorim.
Menurutnya, permainan sang winger terganggu karena sering dipindahkan ke beberapa posisi berbeda sepanjang musim ini.
Amad sebenarnya sempat tampil impresif pada paruh pertama musim lalu, dan menjadi salah satu pemain terbaik Manchester United.
Namun, cedera pergelangan kaki yang dialaminya pada Februari 2025, membuat performanya menurun drastis. Sejak pulih, ia belum bisa kembali ke level terbaik.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ruben Amorim mencoba memainkan Amad di berbagai posisi. Ia sempat ditempatkan sebagai winger, wing-back, hingga gelandang serang (No. 10) dalam skema 3-4-3.
Sayangnya, rotasi tersebut belum memberi dampak positif. Dari enam penampilan di semua kompetisi musim ini, Amad masih belum mencatatkan gol maupun assist.
Baca juga: Manchester United Bisa Lebih Tajam jika Amad Diallo Diturunkan sebagai Starter
Pemain berusia 23 tahun itu kini ditunggu laga penting saat Manchester United menghadapi Brentford di Premier League pada Sabtu (27/9/2025).
Pertandingan tersebut bisa menjadi pembuktian bagi Amad, terlebih lawannya sedang berada dalam tren negatif.
Dalam dua pertandingan terakhir, Amorim menurunkan Amad bersama Bryan Mbeumo di belakang Benjamin Sesko.
Formasi itu sukses ketika United menaklukkan Chelsea, sehingga kemungkinan besar akan kembali dipakai.
Namun, Lee Sharpe menilai keputusan Amorim tersebut justru tidak menguntungkan bagi Amad. Menurut mantan winger Manchester United itu, posisi terbaik Amad tetaplah di sayap kanan.
Baca juga: Meski Bersinar di Barcelona, Cara Marcus Rashford Pergi dari Manchester United Dianggap Memalukan
“Ketika Anda seorang winger lalu dipaksa bermain sebagai wing-back, Anda harus bertahan dari sudut lapangan sendiri. Itu jelas menguras tenaga," ujar Sharpe.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Metro UK