Striker Al-Nassr, Cristiano Ronaldo. (REUTERS/Stringer)
INDOZONE.ID - Cristiano Ronaldo hadir di Gedung Putih bersamaan dengan kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dalam pertemuan bersama Presiden AS, Donald Trump, pada Selasa, (18/11/2025).
Laporan awal menyebutkan pertemuan ini bukan sekadar serimonial, tetapi bagian dari agenda ekonomi dan diplomasi yang lebih luas.
Ronaldo, yang kini jadi ikon Liga Pro Saudi lewat kiprahnya di Al Nassr, dipandang sebagai figur soft power, menautkan dunia olahraga dengan kekuatan diplomasi.
Kedatangannya di AS menjadi momen langka; terakhir kali ia berada di Amerika Serikat adalah pada 2014.
Sementara itu, pertemuan Trump dan MBS berlangsung dengan kemewahan tinggi.
Menurut laporan dari The Guardian, agenda kunjungan mencakup pembicaraan soal investasi, termasuk AI dan teknologi maju, serta potensi kesepakatan pertahanan seperti penjualan jet F-35.
Presiden Trump bahkan menyebut investasi Saudi bisa mencapai nyaris US$ 1 triliun.
Bagi Ronaldo, pertemuan ini sangat bermakna. Ia pernah menyatakan harapannya bisa berbicara langsung dengan Trump, menyebutnya sebagai sosok yang bisa “mewujudkan banyak hal”.
Dengan dunia sepak bola Saudi yang kian mendunia, kehadirannya di tengah pertemuan bilateral ini bisa jadi sinyal bahwa olahraga dan diplomasi kini saling terkait erat.
Baca juga: Patrice Evra Ungkap Perbedaan Serie A dan Premier League: Bagaikan Permainan Catur dan Tinju
Meski demikian, belum jelas peran resmi Ronaldo dalam pertemuan tersebut, apakah sebagai tamu kehormatan, duta olahraga, atau bagian dari negosiasi bisnis.
Ke depan, publik akan menanti apakah kehadiran Ronaldo akan memicu kolaborasi baru di persimpangan sepak bola dan diplomasi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, Reuters