INDOZONE.ID - Jagat Formula 1 (F1) kembali dikejutkan oleh pengumuman besar dari garasi Aston Martin pada akhir pekan ini di Grand Prix Qatar.
Tim yang bermarkas di Silverstone itu secara resmi mengumumkan perombakan struktur manajemen yang sangat strategis jelang era baru regulasi 2026.
Sang maestro desain mobil, Adrian Newey, dipastikan akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan sebagai tim prinsipal mulai musim 2026 mendatang menggantikan posisi Andy Cowell.
Langkah berani ini merupakan bagian dari ambisi besar pemilik tim, Lawrence Stroll, yang tidak segan-segan menggelontorkan investasi masif demi satu tujuan, yakni gelar juara dunia.
Newey, yang baru bergabung tahun lalu sebagai Managing Technical Partner, kini akan memegang kendali penuh operasional tim.
Baca juga: Batas Voting FIFA Puskas Award 2025 Kian Dekat, Publik Diimbau Segera Dukung Rizky Ridho
Namun, pertanyaan besar pun muncul di benak para penggemar F1, apakah jabatan administratif ini akan mematikan kreativitas Newey di meja gambar?
Pergantian posisi ini bukanlah tentang penurunan pangkat bagi Andy Cowell, melainkan sebuah taktik jenius menghadapi perubahan regulasi mesin yang radikal di musim 2026 mendatang.
Cowell, sosok jenius di balik dominasi mesin V6 turbo-hybrid Mercedes sejak 2014, akan digeser ke peran yang lebih krusial dan spesifik.
Ia akan fokus penuh mengorkestrasi kolaborasi teknis antara Aston Martin, Honda sebagai pemasok Power Unit, dan Aramco sebagai pemasok bahan bakar berkelanjutan.
Newey menjelaskan bahwa keputusan ini didasari oleh kebutuhan teknis yang mendesak.
Sinergi antara sasis, mesin, dan bahan bakar akan menjadi kunci kemenangan di era baru nanti.
Baca juga: 2.200 Personel Diterjunkan Kawal Laga Persija Vs PSIM di GBK, Pengamanan Ketat Dilakukan!
Melansir laporan dari Sky Sports, Newey membeberkan alasan di balik rotasi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sky Sports