Arjen Robben. (photo/REUTERS/Andreas Gebert)
INDOZONE.ID - Dunia sepak bola sering kali menyuguhkan drama, tidak hanya di atas lapangan, tetapi juga dalam perjalanan karier para pemainnya.
Keputusan untuk gantung sepatu biasanya menjadi titik akhir yang emosional. Namun, bagi sebagian pemain, panggilan rumput hijau terlalu kuat untuk diabaikan.
Baik karena permintaan klub lama, panggilan jiwa untuk membantu tim saat krisis, atau sekadar merasa masih mampu bersaing, para legenda ini memutuskan untuk membatalkan masa pensiun mereka.
Legenda Manchester United, Paul Scholes. (Instagram/@manchesterunited)
Ini adalah salah satu comeback paling ikonik di Liga Inggris. Setelah pensiun pada tahun 2011, Scholes kembali membela Manchester United pada Januari 2012.
Pada saat itu, Sir Alex Ferguson sedang krisis gelandang karena cedera. Ia bermain hingga 2013 dan membantu United meraih gelar Liga Inggris ke-20.
Arjen Robben. (photo/Twitter/@ArjenRobben)
Setelah meninggalkan Bayern Munich dan menyatakan pensiun pada 2019, sang "Manusia Kaki Kiri Maut" ini mengejutkan publik dengan kembali bermain untuk klub masa kecilnya, FC Groningen, pada tahun 2020.
Meski momen comeback-nya ini kerap diganggu cedera, kehadiran Robben sejatinya memberikan dampak moral kepada rekan-rekannya di FC Groningen.
Legenda Belanda ini sempat pensiun pada usia 31 tahun (1978). Namun, sebuah investasi peternakan babi yang gagal membuatnya kehilangan banyak uang, memaksa Cruyff untuk kembali mengenakan sepatu bola.
Ia sukses besar di Liga Amerika (NASL) dan kemudian kembali ke Ajax serta Feyenoord untuk memenangkan lebih banyak trofi sebelum benar-benar berhenti di usia 37 tahun.
Setelah pensiun di Arsenal pada 2019 dan menjabat sebagai Direktur Teknis di Chelsea, Cech secara mengejutkan masuk dalam daftar skuad Chelsea untuk Premier League musim 2020/2021.
Meski tidak bermain di tim utama liga, ia sempat tampil membela tim U-23 Chelsea untuk menjaga kebugarannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan