Stadion MetLife menjadi salah satu "korban" Piala Dunia 2026 (google maps)
INDOZONE.ID - Menjelang Piala Dunia 2026, 11 stadion NFL yang akan menjadi venue harus melakukan hal yang tak biasa: Menghapus semua branding komersial.
Logo di papan skor, kursi, seragam petugas, hingga tulisan di atap yang hanya terlihat dari pesawat harus ditutup.
Ini adalah tuntutan FIFA untuk melindungi sponsor resmi mereka.
Tapi satu stadion mendapat pengecualian langka: Mercedes-Benz Stadium di Atlanta.
Baca juga: Kacau! Staf Medis Madrid Salah Scan Kaki, Mbappe Main 3 Laga dengan Cedera Lutut
Masalahnya ada di atap. Mercedes-Benz Stadium memiliki atap yang ikonik: delapan panel raksasa berbentuk kelopak yang bisa dibuka-tutup.
Di panel-panel itulah, logo Mercedes-Benz terpampang jelas. Setiap panel beratnya 500 ton dan panjang 220 kaki. Menutupinya bukan perkara mudah.
Adam Fullerton, wakil presiden operasi stadion, mengakui ini adalah tantangan terbesar.
"Yang membuat saya terjaga di malam hari adalah atapnya," ujarnya tahun lalu.
Ada logo tidak hanya di atap tapi juga di seluruh fasad bangunan. "Mereka tidak kecil. Mereka besar. Sudah dirancang seperti itu."
Baca juga: Erick Thohir Sebut FIFA Series 2026 Jadi Ajang Indonesia Tunjukkan Kualitas Tuan Rumah Dunia
Setelah 18 bulan berdiskusi dengan FIFA, akhirnya tercapai kesepakatan: logo Mercedes-Benz tidak perlu ditutup.
Apa alasannya? Risiko kerusakan. Menutup logo di panel atap yang terbuat dari ETFE (plastik fleksibel yang diisi udara) berisiko merusak struktur. Biaya perbaikannya bisa mencapai jutaan dolar.
Sementara itu, stadion lain harus mencari cara. Di Seattle, tulisan "LUMEN FIELD" sepanjang lapangan sepak bola harus ditutup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Athletic