Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 27 MARET 2026 • 11:45 WIB

Ledakan Energi 100-400 Meter: Panduan Teknik Sprint dan Manfaatnya bagi Metabolisme!

Ledakan Energi 100-400 Meter: Panduan Teknik Sprint dan Manfaatnya bagi Metabolisme!Ilustrasi lari sprint. (Freepik)

INDOZONE.ID - Lari cepat atau sprint adalah bentuk murni dari kekuatan dan kecepatan manusia. Di dunia atletik, nomor sprint (100m, 200m, dan 400m) selalu menjadi pusat perhatian karena menyuguhkan drama adu cepat dalam hitungan detik. 

Namun, di balik ledakan kecepatan tersebut, terdapat teknik mekanis yang sangat presisi dan aturan ketat yang harus dipatuhi.

Berikut adalah bedah tuntas disiplin lari sprint bagi Anda yang ingin mendalami olahraga ini, baik sebagai atlet maupun penghobi:

Baca juga: Lari Jarak Menengah: Pengertian, Teknik, Aturan, dan Tips Meningkatkan Performa

Teknik Crouch Start (Start Jongkok)

Ledakan Energi 100-400 Meter: Panduan Teknik Sprint dan Manfaatnya bagi Metabolisme!Ilustrasi teknik Crouch Start. (Freepik)

Dalam lari sprint, awal yang buruk berarti kekalahan. Teknik crouch start menggunakan blok start (starting block) dirancang untuk memproyeksikan tubuh pelari ke depan dengan sudut ledak maksimal.

  • Posisi "Bersedia" (On Your Marks): Tangan diletakkan di belakang garis start, sedikit lebih lebar dari bahu. Lutut kaki belakang menyentuh tanah.
  • Posisi "Siap" (Set): Pinggul diangkat sedikit lebih tinggi dari bahu, berat badan bertumpu pada lengan dan kaki depan. Sudut lutut depan idealnya sekitar 90° dan belakang 120°.
  • Bunyi Pistol ("Ya!"/Letusan): Dorong blok start sekuat tenaga. Fase ini disebut drive phase, di mana tubuh tetap condong ke depan (sudut tajam) sebelum perlahan tegak saat mencapai kecepatan maksimal.

Navigasi Lintasan: Lurus vs Tikungan

Ledakan Energi 100-400 Meter: Panduan Teknik Sprint dan Manfaatnya bagi Metabolisme!Ilustrasi lari jarak jauh atau maraton. (Freepik/ALEXSTUDIO)

Koordinasi gerak tubuh berubah tergantung pada bagian lintasan mana yang sedang dihadapi:

Lintasan Lurus (100m & 100m terakhir)

Fokus pada pengangkatan lutut tinggi (high knees), pendaratan bola kaki, dan ayunan lengan yang kuat membentuk sudut 90°. Pandangan lurus ke depan, otot leher harus tetap rileks agar tidak menghambat aliran oksigen.

Lintasan Tikungan (200m & 400m)

Pelari harus melawan gaya sentrifugal. Tekniknya adalah dengan sedikit memiringkan tubuh ke arah dalam lintasan (kiri) dan mengayunkan lengan kanan lebih lebar/kuat untuk menjaga keseimbangan dan momentum di tikungan.

Baca juga: Apa Itu Lari Maraton? Ini Pengertian, Sejarah, Aturan Resmi, dan Cara Latihan yang Benar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ledakan Energi 100-400 Meter: Panduan Teknik Sprint dan Manfaatnya bagi Metabolisme!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!