Ilustrasi lari sprint. (Freepik)
INDOZONE.ID - Lari cepat atau sprint adalah bentuk murni dari kekuatan dan kecepatan manusia. Di dunia atletik, nomor sprint (100m, 200m, dan 400m) selalu menjadi pusat perhatian karena menyuguhkan drama adu cepat dalam hitungan detik.
Namun, di balik ledakan kecepatan tersebut, terdapat teknik mekanis yang sangat presisi dan aturan ketat yang harus dipatuhi.
Berikut adalah bedah tuntas disiplin lari sprint bagi Anda yang ingin mendalami olahraga ini, baik sebagai atlet maupun penghobi:
Baca juga: Lari Jarak Menengah: Pengertian, Teknik, Aturan, dan Tips Meningkatkan Performa
Ilustrasi teknik Crouch Start. (Freepik)
Dalam lari sprint, awal yang buruk berarti kekalahan. Teknik crouch start menggunakan blok start (starting block) dirancang untuk memproyeksikan tubuh pelari ke depan dengan sudut ledak maksimal.
Ilustrasi lari jarak jauh atau maraton. (Freepik/ALEXSTUDIO)
Koordinasi gerak tubuh berubah tergantung pada bagian lintasan mana yang sedang dihadapi:
Lintasan Lurus (100m & 100m terakhir)
Fokus pada pengangkatan lutut tinggi (high knees), pendaratan bola kaki, dan ayunan lengan yang kuat membentuk sudut 90°. Pandangan lurus ke depan, otot leher harus tetap rileks agar tidak menghambat aliran oksigen.
Lintasan Tikungan (200m & 400m)
Pelari harus melawan gaya sentrifugal. Tekniknya adalah dengan sedikit memiringkan tubuh ke arah dalam lintasan (kiri) dan mengayunkan lengan kanan lebih lebar/kuat untuk menjaga keseimbangan dan momentum di tikungan.
Baca juga: Apa Itu Lari Maraton? Ini Pengertian, Sejarah, Aturan Resmi, dan Cara Latihan yang Benar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan