INDOZONE.ID - Bagi kamu yang sering main futsal tiap akhir pekan, mungkin pernah merasa kok lapangan di tempat "A" lebih sempit dibanding lapangan di tempat "B"? Atau kenapa ada lapangan yang pakai rumput mirip sepak bola, tapi ada juga yang pakai lantai plastik warna-warni?
Ternyata, dunia futsal punya standar ukuran dan material yang sangat spesifik tergantung tujuannya: apakah sekadar untuk hobi (komersial) atau untuk turnamen profesional kelas dunia.
Yuk, kita bedah perbedaannya agar kamu makin paham luar-dalam soal lapangan futsal!
Baca juga: Jadwal Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026: Hadapi Australia dalam Perebutan Juara Grup!
Ukuran lapangan futsal tidak pernah tunggal; ada rentang angka yang diperbolehkan oleh FIFA maupun federasi nasional.
Ukuran Standar Nasional (Laga Amatir/Komersial):
Biasanya lapangan yang disewakan untuk hobi atau turnamen lokal memiliki ukuran yang lebih fleksibel demi menyesuaikan lahan bangunan.
Ukuran Standar Internasional (FIFA):
Untuk pertandingan profesional seperti Piala Dunia Futsal atau liga profesional resmi, aturannya sangat ketat.
Baca juga: Bukan Buat Gaya-gayaan! Ini Alasan Teknis Kiper Futsal 'Haram' Pakai Sarung Tangan
Pilihan material lantai sangat memengaruhi gaya permainan dan risiko cedera pemain.
Ini adalah poin yang paling sering diabaikan oleh pengelola lapangan komersial di Indonesia demi menghemat lahan, padahal sangat krusial bagi keselamatan.
Apa itu Run-Off? Area kosong di luar garis lapangan sebelum menabrak tembok atau jaring pembatas.
Memahami standar lapangan bukan cuma soal tahu ukuran, tapi soal menghargai aspek teknis dan keselamatan dalam bermain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan