Ilustrasi mengalami cedera. (Dok. Gemini Ai)
INDOZONE.ID - Bagi para weekend warrior atau pemain fun football, semangat berolahraga sering kali meluap lebih tinggi daripada kesiapan fisik. Alhasil, niat ingin sehat justru berakhir di meja tukang urut atau ruang dokter.
Memahami pertolongan pertama pada cedera bukan hanya tugas tim medis profesional, tapi keahlian wajib bagi setiap penggiat olahraga amatir agar cedera ringan tidak berubah menjadi cacat permanen.
Baca juga: Karena Cedera, LA Lakers Terancam Kehilangan Luka Doncic Jelang Playoff NBA 2026
Sebelum menangani, kita harus mengenali musuhnya. Berikut adalah tiga cedera yang paling sering "menyerang" pelari dan pemain bola dadakan:
Cedera ini kerap terjadi saat ligamen di pergelangan kaki meregang melampaui batasnya. Biasanya angkle sprain terjadi karena tumpuan yang salah saat berlari atau mendarat.
Rasa tertarik yang tajam di bagian belakang paha. Cedera hamstring sering terjadi pada pelari yang melakukan sprint mendadak tanpa persiapan otot yang matang.
Meski namanya tenis, pemain bulu tangkis atau praktisi gym sering terkena ini. Tennis Elbow adalah peradangan pada tendon di bagian luar siku akibat gerakan repetitif yang berlebihan.
Baca juga: Didapuk Jadi Pelatih Baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi Harus Hadapi Badai Cedera Pemain
Mengapa cedera ini kerap terjadi pada atlet amatir? Penyebab nomor satu adalah kurangnya pemanasan (warm-up). Otot yang "dingin" bersifat kaku dan rapuh seperti karet beku.
Pemanasan berfungsi meningkatkan suhu tubuh dan aliran darah ke otot, sehingga jaringan menjadi lebih elastis dan siap menghadapi beban gerakan yang eksplosif.
Jika cedera sudah terlanjur terjadi, jangan langsung diurut atau dipijat! Pijatan pada cedera baru justru berisiko memperparah robekan jaringan dan meningkatkan pendarahan dalam.
Gunakan metode R.I.C.E:
Hentikan aktivitas segera. Memaksakan diri untuk terus bermain hanya akan memperluas area kerusakan otot atau ligamen.
Tempelkan kompres es pada area cedera selama 15–20 menit setiap 2–3 jam. Es berfungsi mengecilkan pembuluh darah untuk mengurangi bengkak dan mematikan rasa nyeri secara alami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan