Ilustrasi olahraga berkuda. (Freepik/videoam70)
INDOZONE.ID - Dunia olahraga modern umumnya memisahkan kompetisi berdasarkan gender. Pria melawan pria dan wanita melawan wanita. Salah satu alasan pemisahan ini karena pria dan wanita memiliki perbedaan fisik seperti massa otot dan kapasitas aerobik.
Namun apakah semua cabang olahraga harus selalu biner? Jawabannya adalah tidak. Faktanya, ada sejumlah cabang olahraga yang mengizinkan pria dan wanita bertanding atau jadi rekan setim.
Konsep seperti ini dikenal sebagai mixed-gender sport atau olahraga campuran gender.
Baca juga: Nabila Syakieb Luruskan Persepsi Masyarakat Tentang Olahraga Berkuda
Lalu apa saja cabang olahraga yang termasuk netral gender atau mixed-gender? Dan mengapa aturan tersebut bisa diterapkan? Berikut ini ulasannya!
Dilansir Wikipedia, mixed-gender atau campuran adalah olahraga tunggal dan olahraga tim yang pesertanya tak hanya berasal dari jenis kelamin tunggal.
Format pertandingan olahraga mixed-gender, pria dan wanita bermain dalam satu arena yang sama, baik sebagai lawan maupun sebagai rekan satu tim.
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesetaraan, memperkuat kerja sama dan menonjolkan aspek teknik serta strategi permainan.
Dalam dunia olahraga internasional, ada tiga pola utama bagaimana pria dan wanita bertanding bersama.
Satu arena, satu kompetisi, tanpa pemisahan. Contohnya equestrian (berkuda).
Satu tim yang terdiri dari campuran pria dan wanita. Contohnya korfball, ganda campuran bulu tangkis
Format relay atau event campuran dalam satu lomba besar. Contohnya lari estafet 4×400m mixed di atletik Olimpiade.
Berkuda merupakan satu-satunya cabang olahraga Olimpiade di mana pria dan wanita benar-benar bersaing dalam satu kompetisi tanpa pemisahan sama sekali.
Olahraga ini pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Stockholm 1912. Hingga 1948, hanya atlet pria yang boleh ikut karena penunggang kuda harus berstatus perwira militer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Sportforlife