Ilustrasi bulutangkis. (Freepik)
INDOZONE.ID - Bagi penonton awam, momen ketika papan skor menunjukkan angka kembar di akhir babak pertandingan sering kali memicu ketegangan ekstra. Di saat itulah wasit biasanya meneriakkan istilah yang terdengar seperti "Deuce" atau sering dilafalkan sebagai yus atau jus oleh masyarakat Indonesia.
Istilah ini bukan sekadar penanda bahwa skor sedang imbang, melainkan sebuah lonceng tanda dimulainya drama "titik kritis" dalam dunia olahraga raket dan voli.
Sebagai panduan edukatif, artikel ini akan membedah secara teknis apa itu deuce, bagaimana mekanismenya bekerja di berbagai cabang olahraga, serta aturan batas akhir perolehan poinnya.
Baca juga: Bulutangkis Tak Kenal Usia, Legenda dan Atlet Senior Tampil dalam Satu Arena
Secara etimologi, kata deuce berasal dari bahasa Prancis kuno, deus (dua), yang berakar dari bahasa Latin duo.
Dalam konteks olahraga, deuce adalah situasi di mana kedua pihak mencapai poin yang sama di angka krusial (hampir mencapai batas akhir set), dan permainan tidak bisa dimenangkan hanya dengan selisih satu poin.
Aturan universal deuce mengharuskan pemenang set tersebut unggul dengan selisih minimal dua poin (margin of two) dari lawannya. Jika selisih dua poin belum tercapai, pertandingan akan terus berlanjut.
Setiap olahraga memiliki ambang batas angka tersendiri yang memicu terjadinya situasi deuce. Berikut adalah rincian teknisnya:
Titik Terjadinya Deuce: Ketika skor mencapai angka kembar 20-20.
Syarat Menang: Pemain harus memimpin dengan selisih dua angka, misalnya 22-20, 23-21, atau 24-22.
Apakah Ada Batasan Maksimal? YA. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menerapkan batas aman (cap) demi menjaga fisik atlet.
Jika skor terus imbang dan menyentuh angka 29-29, maka pemain yang berhasil mencetak poin ke-30 pertama kali langsung dinyatakan sebagai pemenang set tersebut (skor akhir 30-29). Tidak ada lagi syarat selisih dua poin di titik ini.
Baca juga: Daftar Turnamen Tenis Meja Paling Prestisius di Dunia yang Wajib Diketahui
Titik Terjadinya Deuce: Ketika skor mencapai 24-24 pada set 1 hingga set 4 (yang normalnya selesai di angka 25). Sementara pada set penentu (set ke-5), deuce terjadi di angka 14-14 (yang normalnya selesai di angka 15).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan