INDOZONE.ID - Real Madrid akan menghadapi Juventus pada babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025, Rabu, 2 Juli 2025 pukul 02.00 WIB.
Di tengah persiapan menuju pertandingan ini, nama Arda Guler mulai menjadi perhatian. Guler yang dijuluki “Messi dari Turki” ini perlahan namun pasti mengukuhkan dirinya sebagai pemain penting di bawah kepemimpinan pelatih anyar, Xabi Alonso.
Musim ini bisa jadi menjadi titik balik bagi Guler. Setelah sempat kesulitan mendapatkan menit bermain bersama Carlo Ancelotti musim lalu, kini gelandang berusia 20 tahun itu mulai menemukan ritme permainan terbaiknya di Real Madrid.
Awal yang Sulit Bagi Arda Guler di Real Madrid
Arda Guler datang ke Real Madrid dari Fenerbahce dengan status wonderkid. Ia langsung menunjukkan kualitasnya di musim debut dengan mencetak enam gol dari hanya 10 laga La Liga dan berkontribusi membawa Los Blancos meraih gelar juara.
Tak hanya bersinar di level klub, Guler juga tampil memukau bersama Timnas Turki di EURO 2024. Gol spektakulernya ke gawang Georgia dari jarak 25 yard menjadi salah satu momen ikonik turnamen tersebut.
Baca juga: Arda Guler Jadi MVP Pada Laga Turki VS Georgia di Euro 2024
Namanya pun semakin harum yang langsung disejajarkan dengan bintang Real Madrid lainnya seperti Vinicius Jr., Eduardo Camavinga, hingga Fede Valverde.
Namun, musim 2024/2025 justru menjadi ujian berat. Di bawah Ancelotti, Guler lebih sering duduk di bangku cadangan. Ia bahkan tidak dimainkan saat Madrid tersingkir dari Arsenal di babak perempat final Liga Champions.
Sepanjang musim, ia hanya mencatatkan kurang dari 1.800 menit bermain, jumlah yang sangat minim untuk pemain dengan potensi sebesar dirinya.
Perubahan Guler di Era Xabi Alonso
Datangnya Xabi Alonso ke kursi pelatih mengubah nasib Arda Guler. Alonso langsung melihat potensi dalam diri Guler dan memberikan kepercayaan kepadanya dalam dua pertandingan terakhir fase grup Piala Dunia Antarklub melawan Pachuca dan RB Salzburg.
Guler menjawab kepercayaan itu dengan penampilan yang mengesankan. Ia mencetak satu gol ke gawang Pachuca dan menjadi pemain dengan jumlah operan terbanyak saat menghadapi Salzburg.
Baca juga: Disebut Mirip Steven Gerrard, Fede Valverde Dipuji Xabi Alonso Setinggi Langit
Di dua laga itu, Alonso justru mencadangkan nama-nama senior seperti Luka Modric, Brahim Diaz, dan Dani Ceballos.
Yang menarik, dalam dua laga tersebut, Modric selalu masuk menggantikan Guler di babak kedua. Momen ini bukan sekadar pergantian pemain biasa, tapi lebih kepada simbol transisi di lini tengah Madrid.
Perbandingan Guler dengan Messi
Salah satu hambatan Guler di musim sebelumnya adalah ketidakjelasan posisi bermain. Ia sempat dicoba sebagai gelandang tengah dan juga sayap kanan.
Gaya bermainnya yang lincah, cepat, dan mengandalkan kaki kiri membuatnya kerap dibandingkan dengan Lionel Messi. Julukan "Messi dari Turki" pun melekat sejak awal kariernya di Real Madrid.
Baca juga: Inter Miami Dibantai PSG 4-0, Lionel Messi Diejek Habis-Habisan oleh Suporter
Namun, Guler sendiri mengaku lebih nyaman bermain di sisi dalam lapangan, di mana ia bisa lebih aktif mengatur tempo dan mengontrol alur permainan.
Alonso memahami hal itu dan menempatkannya di posisi yang tepat sebagai playmaker dalam skema formasi 4-3-3 atau 3-5-2.
Hasilnya langsung terlihat. Dalam dua pertandingan bersama Alonso, Guler menunjukkan bahwa ia bukan hanya pemain yang memiliki potensi, tapi juga siap untuk memimpin di lini tengah Madrid.
Modric Hengkang, Guler Jadi Penerus?
Luka Modric dikabarkan akan meninggalkan Real Madrid setelah Piala Dunia Antarklub ini berakhir. AC Milan disebut menjadi klub tujuan berikutnya bagi sang gelandang veteran.
Kepergian Modric akan meninggalkan lubang di lini tengah, namun Arda Guler tampaknya siap mengisi peran tersebut.
Baca juga: Direktur AC Milan Pastikan Luka Modric Akan Segera Gabung Rossoneri: Kami Perlu Pemimpin Baru!
Dengan usia yang masih sangat muda dan bakat luar biasa yang dimilikinya, Guler tidak hanya sekadar pengganti Modric, tetapi berpotensi menjadi sosok sentral baru dalam proyek jangka panjang Real Madrid.
Jika terus diberi kepercayaan, bukan tidak mungkin “Messi dari Turki” akan menjadi wajah baru Los Blancos untuk tahun-tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Global Herald