Fede Valverde saat bermain di Real Madrid. (REUTERS PIC)
INDOZONE,ID - Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan pujian setinggi langit kepada Federico Valverde, usai kemenangan 3-1 atas Pachuca di Piala Dunia Antarklub 2025.
Gelandang Timnas Uruguay tersebut tampil luar biasa dan mencetak gol penentu kemenangan. Alonso bahkan menyamakan gaya bermain Valverde dengan legenda Liverpool, Steven Gerrard.
Steven Gerrard saat masih bermain di Liverpool. (REUTERS/Carl Recine)
Federico Valverde menjadi perhatian setelah tampil luar biasa di pertandingan melawan Pachuca. Sebelumnya, pemain berusia 26 tahun itu, sempat mendapat tekanan karena gagal mengeksekusi penalti dalam laga imbang melawan Al-Hilal.
Namun, ia berhasil membalas keraguan fans dengan mencetak gol ketiga yang mengunci kemenangan Real Madrid.
Gol tersebut tidak hanya membawa Real Madrid lolos ke babak 16 besar, tetapi juga menunjukkan karakter Valverde saat dalam tekanan.
Sang gelandang memperlihatkan ketangguhan mental dan kualitas fisik yang mengesankan, hingga membuat Alonso tak segan melontarkan pujian.
“Saya belum pernah melihat banyak pemain dengan kekuatan fisik seperti dia. Ia mengingatkan saya pada Steven Gerrard. Valverde bisa bermain di mana saja di lapangan, dan saya sangat senang bisa melatihnya,” kata Alonso.
Xabi Alonso saat melatih di Real Madrid. (REUTERS/Hannah Mckay)
Menurut Alonso, Valverde adalah tipe pemain yang diinginkan semua pelatih. Ia menyebut semangat dan determinasi Valverde sebagai pemain yang luar biasa, terutama setelah kegagalan sebelumnya.
Selebrasi penuh emosinya usai mencetak gol menunjukkan bagaimana pentingnya momen itu bagi sang pemain secara pribadi.
Baca juga: Debut Trent Alexander-Arnold di Real Madrid Tuai Hujatan dari Media Spanyol
Alonso juga menggarisbawahi, kemenangan atas Pachuca tidak diraih dengan mudah. Real Madrid harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-10, namun tetap menunjukkan kedisiplinan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Marca