Senin, 21 JULI 2025 • 10:03 WIB

Marcus Rashford ke Barcelona Bukan Akhir yang Diinginkan di Manchester United, Tapi Harapan Baru yang Menjanjikan

Author

Marcus Rashford saat bermain di Manchester United. (REUTERS/Molly Darlington)

INDOZONE.ID - Marcus Rashford mungkin tidak pernah membayangkan perpisahannya dengan Manchester United akan berjalan seperti ini.

Namun, kepindahannya ke Barcelona, bisa menjadi awal baru yang penuh harapan bagi kariernya yang sempat meredup.

Konflik Rashford dan Amorim

Dalam dua minggu terakhir, situasi di pusat latihan Manchester United di Carrington terasa berbeda dari biasanya. Setelah Ruben Amorim meninggalkan Carrington, Marcus Rashford terlihat kembali hadir di sana.

Momen ini memberi sinyal bahwa, hubungan antara Rashford dan klub yang telah membesarkannya mulai berada di ujung jalan.

Tanda-tanda perpisahan ini sebenarnya sudah terlihat sejak akhir tahun lalu. Pada Desember 2024, Rashford secara terbuka menyatakan, siap mencari tantangan baru dalam kariernya.

Baca juga: Ruben Amorim Lebih Pilih Pelatih Kiper 63 Tahun daripada Marcus Rashford yang Malas Latihan

Beberapa pekan kemudian, pernyataan mengejutkan datang dari Amorim yang secara terang-terangan lebih memilih memainkan pelatih kiper berusia 63 tahun, Jorge Vital, ketimbang memberi menit bermain kepada Rashford.

Keputusan untuk meminjamkannya ke Aston Villa pada paruh kedua musim lalu, menjadi hal yang masuk akal bagi kedua belah pihak.

Namun, dari awal Rashford memang telah memiliki ambisi yang lebih besar untuk bergabung dengan klub sekelas Barcelona.

Rashford Terpinggirkan, Tapi Belum Habis

Kepulangan Rashford ke Carrington di awal pramusim terasa janggal. Tak lama setelah agennya menyatakan, Rashford siap berlatih penuh, Manchester United justru mengambil keputusan yang berbeda.

MU memberinya waktu untuk mencari tim baru dan mengeluarkannya dari skuad utama bersama empat pemain lain. Mereka adalah Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Antony, dan Tyrell Malacia.

Dalam kondisi ini, Rashford tetap menunjukkan profesionalisme. Ia tetap rutin berlatih, bahkan lebih disiplin dari rekan-rekan senasibnya.

Baca juga: Demi Pindah ke Barcelona, Marcus Rashford Tolak 3 Klub Premier League

Namun, semua ini tidak bisa menyembunyikan kenyataan bahwa Rashford, pemain dengan gaji tertinggi kedua di MU sebesar £315.000 per minggu, telah kehilangan tempat di klub masa kecilnya.

Padahal, Rashford adalah produk asli akademi Manchester United yang sejak kecil bermimpi membela klub ini. Sayangnya, performa yang menurun dan konflik dengan Amorim membuatnya tersingkir.

Di usia yang seharusnya menjadi puncak karier, ia justru terpaksa berlatih sendiri dan mempertimbangkan pintu keluar dari klub yang telah dibela hampir 20 tahun.

Kesempatan Kedua di Barcelona

Aksi Marcus Rashford saat bermain di Aston Villa vs PSG (Instagram/@marcusrashford)

Masa pinjamannya yang singkat di Aston Villa, memberi gambaran bahwa Rashford belum habis.

Ia bermain penuh semangat dan ingin membuktikan diri, bukan hanya kepada Amorim, tapi juga kepada Thomas Tuchel. Usahanya tak sia-sia, ia kembali dipanggil ke Timnas Inggris.

Rashford akan berusia 28 tahun pada Oktober mendatang, usia yang sangat matang untuk seorang penyerang. Masih ada banyak waktu untuk mengembalikan performa terbaiknya.

Baca juga: Marcus Rashford Ingin Bermain di Barcelona Bersama Lamine Yamal

Barcelona, dengan visi bermain menyerang dan deretan pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal, bisa menjadi tempat yang tepat bagi Rashford untuk bangkit.

Rumor yang menyebutkan Barcelona siap membayar £40 juta untuk mendatangkannya musim panas ini, bukan sekadar isapan jempol. Klub asal Catalan itu jarang berjudi pada pemain yang tak punya potensi.

Bahkan, komentar sinis dari mantan striker Manchester United, Teddy Sheringham, justru memperkuat anggapan bahwa kepindahan Rashford ke Barcelona adalah sebuah lompatan.

Baca juga: Penyebab Barcelona Gagal Datangkan Nico Williams: Javier Tebas Diduga Beri Data Rahasia ke Athletic Bilbao

“Kalau Rashford pindah ke Barcelona, itu langkah maju yang tidak pantas dia dapatkan,” kata Sheringham.

Namun kenyataannya, saat ini Barcelona memang berada di level yang lebih baik dibanding United.

Jika Rashford bisa menemukan kembali semangat dan kepercayaan dirinya, ia tak hanya bisa bersinar di Camp Nou, tetapi juga mengamankan tempat di Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026.

Dan siapa tahu, jika Ruben Amorim gagal mendongkrak performa Manchester United, mungkin pelatih selanjutnya akan melihat Rashford sebagai pemain yang layak diberi kesempatan kedua. Semua kemungkinan masih bisa terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Daily Mail UK

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU