Presiden La Liga, Javier Tebas. (REUTERS/Susana Vera)
INDOZONE.ID - Barcelona harus menelan kenyataan pahit, setelah gagal merekrut Nico Williams dari Athletic Bilbao.
Di balik kegagalan tersebut, muncul dugaan bahwa Presiden La Liga, Javier Tebas, memainkan peran yang tidak semestinya, dengan membocorkan data keuangan rahasia milik Barcelona.
Hanya beberapa hari sebelum Nico Williams memperpanjang kontraknya bersama Athletic Bilbao, Tebas dikabarkan memberikan akses data keuangan Barcelona kepada manajemen klub asal Basque itu.
Informasi tersebut mencakup laporan keuangan sementara, dan hasil audit internal yang sejatinya bersifat sangat sensitif.
Dugaan kuat menyebutkan, data tersebut digunakan petinggi Athletic Bilbao untuk mempengaruhi keputusan Nico Williams dan keluarganya.
Informasi itu kemudian dibesar-besarkan, hingga menciptakan keraguan atas stabilitas keuangan Barcelona yang membuat proses negosiasi mendadak menemui jalan buntu.
Jurnalis Spanyol, Miguel Galan, menjadi pihak yang paling vokal menyuarakan dugaan ini.
Menurutnya, niat utama tindakan tersebut adalah untuk mengganggu rencana Barcelona sekaligus mempertahankan Nico Williams tetap di Athletic Bilbao.
Nico Williams saat bermain di Athletic Bilbao (REUTERS/Vincent West)
Padahal, Barcelona disebut hampir menyelesaikan transfer Nico Williams. Klub asal Catalunya itu, telah menempatkan sang pemain sebagai prioritas utama di bursa transfer musim panas.
Negosiasi berjalan lancar hingga muncul permintaan mendadak dari pihak pemain, yakni dua syarat:
Barcelona yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan finansial dan mengikuti aturan fair play La Liga, dengan tegas menolak syarat tersebut.
Baca juga: Real Madrid Pertimbangkan Hengkang dari La Liga Buntut Konflik dengan Javier Tebas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Miguel Galan