Setelah Tinggalkan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Ingin Bawa Ulsan HD Kembali Berjaya
INDOZONE.ID - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, resmi kembali melatih di kampung halamannya, Korea Selatan, dengan menangani Ulsan HD, klub juara bertahan K-League.
Keputusan ini diambil tujuh bulan, setelah ia diberhentikan secara tiba-tiba oleh PSSI. Kini, ia datang dengan misi mengembalikan kejayaan klub papan atas Korea Selatan tersebut.
Shin Tae--yong yang kini berusia 54 tahun, dipercaya mengambil alih tim setelah periode kelam selama lebih dari setahun di bawah arahan pelatih sebelumnya, Kim Pan-gon.
Selama masa itu, performa Ulsan merosot tajam dan kehilangan status sebagai penguasa Liga Korea Selatan.
Baca juga: Meski Dicampakkan, Shin Tae-yong Akui Tak Menyimpan Dendam ke PSSI
Tantangan Berat Shin Tae-yong Bersama Ulsan HD
Sejak ditinggal Hong Myung-bo pada Juli 2024, performa Ulsan menurun drastis. Meskipun sempat mempertahankan gelar domestik, mereka gagal total di level Asia.
Ulsan tersingkir di fase grup Liga Champions Asia, jauh dari pencapaian semifinal yang mereka raih beberapa bulan sebelumnya.
Memasuki musim baru, Ulsan kembali kesulitan. Ketika Kim Pan-gon mundur, tim berada di posisi yang sulit, tertinggal 23 poin dari pemuncak klasemen sementara Jeonbuk Motors.
Situasi ini membuat peluang mempertahankan gelar hampir tertutup.
Kini, Shin Tae-yong menghadapi tantangan untuk membenahi tim, dan membangkitkan semangat juara. Ia harus memulai dari titik yang tidak ideal, dan menghadapi tekanan tinggi dari para pendukung serta manajemen klub.
Baca juga: Ditunjuk Jadi Pelatih Ulsan HD, Shin Tae-yong Bawa Mantan Asistennya di Korea Selatan U-23
Shin Tae-yong Siap Buktikan Kualitasnya
Meski tak lagi bersama Timnas Indonesia dan posisinya digantikan Patrick Kluivert, Shin Tae-yong tetap dianggap sebagai pelatih berpengalaman dan visioner.
Hal ini terbukti dari kepercayaan yang diberikan oleh manajemen Ulsan HD kepadanya.
“Ulsan HD telah lama menjadi kekuatan utama di K-League. Saya akan berusaha keras membangun kembali kejayaan klub ini,” ujar Shin dalam sesi perkenalan bersama klub.
Kehadiran Shin Tae-yong membawa harapan baru bagi Ulsan. Ia juga meminta para suporter untuk terus mendukung tim dalam proses transisi ini.
“Kami memiliki skuad yang bagus. Jika para suporter bersabar dan terus mendukung, saya yakin bisa membawa tim ini kembali bersaing memperebutkan gelar juara,” tambahnya.
Baca juga: Tekad Besar Shin Tae-yong untuk Memperbaiki Reputasi Ulsan HD di K-League 1
Rekam Jejak Shin Tae-yong
Bagi penggemar sepak bola Asia, Shin Tae-yong bukan nama asing. Ia pernah mencatatkan prestasi membanggakan saat menangani Seongnam Ilhwa, termasuk membawa klub itu menjuarai Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011.
Setelah itu, kariernya berlanjut ke level tim nasional. Ia sempat menjadi asisten pelatih Uli Stielike, sebelum dipercaya penuh sebagai pelatih utama Timnas Korea Selatan pada 2017.
Baca juga: Media Vietnam Ragu Timnas Indonesia Tak Akan Ketergantungan Pemain Naturalisasi
Bersamanya, Korea Selatan menjuarai Kejuaraan Asia Timur dan tampil mengesankan di Piala Dunia 2018, termasuk kemenangan bersejarah 2-0 atas Jerman yang membuat juara bertahan tersingkir.
Pada akhir 2019, Shin Tae-yong ditunjuk menangani Timnas Indonesia. Dalam empat tahun, ia membawa Garuda mencetak sejarah.
Mulai dari lolos ke babak gugur Piala Asia 2023, hingga masuk fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya oleh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters