Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 11:15 WIB

Masalah Aturan Transfer, Lassana Diarra Tuntut Ganti Rugi dari FIFA dan FA Belgia Senilai Rp1,23 Triliun

Author

Lassana Diarra saat bermain di Real Madrid. (REUTERS/Lee Smith)

INDOZONE.ID - Mantan pemain Real Madrid, Lassana Diarra, kembali mengajukan gugatan hukum, dengan tuntutan ganti rugi sebesar €65 juta (Rp1,23 triliun) kepada FIFA, dan Federasi Sepak Bola Belgia (FA Belgia).

Langkah ini ditempuh setelah Pengadilan Tertinggi Uni Eropa (CJEU) pada Oktober lalu memutuskan, beberapa aturan FIFA dinilai melanggar hukum Uni Eropa.

Kasus ini berawal pada 2014, ketika FIFA menjatuhkan denda sebesar €10 juta (Rp188 miliar) kepada Diarra.

Baca juga: Cerita Lassana Diara, Eks Real Madrid yang Diisukan Terlibat Jaringan Teroris!

Saat itu, eks gelandang Timnas Prancis tersebut memilih meninggalkan Lokomotiv Moscow, satu tahun sebelum kontraknya yang berdurasi empat tahun berakhir.

Keputusan FIFA inilah yang membuat Diarra menempuh jalur hukum di Belgia untuk menuntut ganti rugi.

Perjuangan Diarra dari 2014

Dalam pernyataannya pada Senin (18/8/2025), Diarra menuturkan, dirinya sempat menunggu beberapa bulan sebelum melanjutkan kembali proses hukum.

Ia berharap, FIFA dan FA Belgia menawarkan penyelesaian damai. namun hal itu tidak terwujud. Hingga saat ini, kedua lembaga tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan yang diajukan.

Baca juga: FIFPro Desak FIFA untuk Dengarkan Suara Para Pemain yang Tertekan Karena Jadwal Padat

“Saya terpaksa menjalani pertarungan hukum ini sejak Agustus 2014. Artinya, sudah lebih dari 11 tahun,” kata Diarra dalam pernyataan bersama FIFPRO, FIFPRO Eropa, serta UNFP (Persatuan Nasional Pesepakbola Profesional Prancis), yang memberikan dukungan penuh kepadanya.

Diarra menegaskan, perjuangan ini bukan hanya untuk dirinya sendiri. Ia juga melakukannya demi para pemain muda dan kurang dikenal, yang tidak memiliki kekuatan finansial maupun mental untuk melawan FIFA di jalur hukum.

Dampak Putusan CJEU

Setelah putusan CJEU tersebut, FIFA akhirnya melakukan revisi pada aturan transfer. FIFA memperkenalkan kerangka kerja sementara, mengenai cara perhitungan kompensasi serta beban pembuktian apabila terjadi pelanggaran kontrak.

Baca juga: Pujian FIFA untuk Keberhasilan Piala Dunia Antarklub 2025 Hanyalah Fiksi Belaka

Keputusan pengadilan ini juga memicu hukum lain di Eropa. Kelompok pemain sepak bola Belanda mengumumkan rencana untuk mengajukan gugatan class action terhadap FIFA dan asosiasi lainnya.

Mereka menuntut kompensasi atas dugaan hilangnya pendapatan akibat aturan transfer yang dianggap membatasi kebebasan pemain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FIFPRO

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU