INDOZONE.ID - Paris Saint-Germain (PSG) sedang berjuang dengan banyaknya pemain yang harus menepi akibat cedera.
Sejak kedatangannya pada 2023, Luis Enrique memang mengusung konsep fleksibilitas dengan mendorong pemain bisa bermain di berbagai posisi.
Namun, badai cedera yang datang silih berganti membuat fleksibilitas kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan taktis.
Baca juga: PSG Tuntut Penanganan Medis Timnas Prancis Setelah Dembele dan Doue Cedera
Joao Neves menjadi korban terbaru. Gelandang Timnas Portugal itu harus ditarik keluar saat PSG menang telak 4-0 atas Atalanta di Liga Champions pada Rabu (17/9/2025), setelah mengalami masalah pada paha. Kehilangan Neves membuat daftar pemain cedera PSG semakin panjang.
Sebelumnya, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Lucas Beraldo, sudah lebih dulu absen.
Akibatnya, skuad Les Parisiens hanya menyisakan 19 pemain yang tersedia untuk dimainkan.
Luis Enrique Tak Mau Ambil Risiko
Dalam laga melawan Atalanta, Enrique bahkan menurunkan pemain muda berusia 19 tahun, Senny Mayulu, sebagai penyerang utama.
Kondisi Neves masih menunggu hasil pemeriksaan medis yang dijadwalkan beberapa hari setelah pertandingan.
Baca juga: Luis Enrique: Mental Para Pemain PSG Lebih Percaya Diri meski Diterpa Badai Cedera
Enrique menegaskan, dirinya tidak akan terburu-buru menurunkan Neves maupun mengambil risiko dengan memainkan Dembele atau Doue di pertandingan melawan Olympique de Marseille, Minggu (21/9/2025).
Meski situasi terlihat sulit, Enrique menekankan bahwa PSG tetap bisa bersaing. Menurutnya, PSG punya kualitas dan kedalaman skuad untuk menjaga performa agar bisa bersaing di Ligue 1 dan Liga Champions.
Pemain PSG Tetap Optimis
Lucas Chevalier menilai kondisi krisis cedera ini bukan masalah besar. Ia yakin PSG tetap mampu membentuk tim yang kompetitif di setiap pertandingan.
Keyakinan yang sama juga datang dari Nuno Mendes. Bek Timnas Portugal itu menyebut badai cedera memang menjadi ujian berat, tetapi tidak akan meruntuhkan kekuatan tim.
Baca juga: Luis Enrique Puji Lucas Chevalier Usai Debut dan Langsung Bawa PSG Juara UEFA Super Cup
“Kami punya banyak pertandingan dan banyak pemain cedera, ini memang sulit. Tapi kami tahu cara mempersiapkan diri, dan selalu ada pemain yang bisa menggantikan. Kami adalah tim yang kuat dan solid,” katanya.
Jadwal Padat Jadi Ancaman
Jadwal pertandingan yang padat menjadi salah satu penyebab utama badai cedera ini.
Musim lalu, PSG melakoni hingga 65 pertandingan, termasuk tampil di final Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat yang berlangsung hingga pertengahan Juli, dengan kondisi cuaca yang ekstrem.
Situasi tersebut membuat PSG semakin bergantung pada pemain inti seperti Mendes, Vitinha, dan Bradley Barcola.
Baca juga: Liverpool Incar Bradley Barcola dari PSG Usai Dapatkan Florian Wirtz dengan Pecahkan Rekor Transfer
Ketergantungan itu menimbulkan kekhawatiran cedera lanjutan, meski klub sudah berusaha mengatur pola latihan dan memberikan waktu istirahat tambahan.
Namun, keputusan itu tidak sepenuhnya bisa menjamin para pemain terbebas dari masalah kebugaran.
Menutup pembicaraan soal kondisi tim, Luis Enrique menegaskan bahwa cedera adalah risiko yang selalu ada dalam sepak bola dan tidak bisa dihindari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters