Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 13:20 WIB

Ballon d’Or Disebut Gak Pernah Adil, Mohamed Salah Kembali Jadi Korban Kecurangan

Author

Mohamed Salah saat di Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)

INDOZONE.ID - Ballon d’Or 2025 kembali menimbulkan perdebatan. Mohamed Salah dinilai layak mendapat penghargaan tersebut setelah musim yang luar biasa bersama Liverpool, namun kenyataannya ia hanya finis di posisi keempat.

Banyak yang menilai, hasil ini adalah bentuk ketidakadilan yang kembali terulang.

Fenomena ini bukan hal baru. Sebelumnya, nama-nama besar seperti Erling Haaland pada 2023, Robert Lewandowski pada 2020, hingga Thierry Henry pada 2003 juga pernah merasakan nasib serupa.

Mereka tampil luar biasa di klub dan tim nasional, tetapi tidak mendapatkan Ballon d’Or.

Baca juga: Tangis Haru Ousmane Dembele usai Menangkan Ballon d'Or 2025

Musim Terbaik Mohamed Salah di Liverpool

Memasuki usia 32 tahun dan berada di tahun terakhir kontraknya bersama Liverpool, Mohamed Salah justru menorehkan musim terbaik sepanjang kariernya.

Bersama The Reds yang berhasil menjuarai Premier League 2024/25, Salah mencatatkan 57 kontribusi gol (34 gol dan 23 assist) dari 52 pertandingan di semua kompetisi.

Yang lebih istimewa, sebagian besar kontribusi itu hadir di Premier League dan Liga Champions. Bahkan, Salah mencatatkan gol dan assist dalam satu laga yang sama sebanyak 11 kali.

Baca juga: Mohamed Salah Raih PFA Player of the Year untuk Ketiga Kalinya

Angka tersebut membuatnya melewati catatan legenda Liga Inggris seperti Andy Cole dan Alan Shearer yang pada era 1990-an hanya mencapai 47 kontribusi gol, meski dengan jumlah laga lebih banyak.

Pencapaian itu membuat Salah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik PFA untuk ketiga kalinya, sebuah rekor yang membuktikan pengakuan dari rekan setim dan lawan-lawannya.

Kesuksesan Salah di Liverpool

Mohamed Salah di Liverpool (Instagram/@mosalah)

Seperti halnya Alan Shearer di masa lalu, Mohamed Salah adalah motor utama kesuksesan Liverpool.

Ia menjadi pencetak gol terbanyak sekaligus pemberi assist terbanyak di Premier League. Dari total 86 gol Liverpool musim lalu, 54 persen di antaranya melibatkan Salah.

Baca juga: Fakta-Fakta Menarik di Balik Seremoni Ballon Do'r 2024, Apa Saja yang Terjadi?

Dominasi Salah di liga paling kompetitif di dunia jelas tak terbantahkan. Namun, semua pencapaian tersebut justru hanya menempatkannya di peringkat keempat Ballon d’Or 2025.

Sebuah hasil yang dinilai sangat tidak adil oleh banyak pengamat sepak bola.

Mengapa Mohamed Salah Kalah?

Banyak yang menilai Mohamed Salah kalah bukan karena performanya buruk, melainkan karena faktor trofi tim.

PSG dan Barcelona meraih lebih banyak gelar dibanding Liverpool, sehingga pemain seperti Ousmane Dembele dan Lamine Yamal berhasil berada di atas Salah dalam peringkat Ballon d’Or.

Padahal, secara individu, Salah lebih unggul. Berikut perbandingannya:

Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Penghargaan Ballon d’Or 2025: Ousmane Dembele yang Terbaik!

Gol & Assist Klub (1 Agustus 2024 – 13 Juli 2025)

  1. Ousmane Dembele: 35 gol + 16 assist = 51 (53 laga)
  2. Lamine Yamal: 18 gol + 25 assist = 43 (55 laga)
  3. Mohamed Salah: 34 gol + 23 assist = 57 (52 laga)

Gol & Assist Internasional

  1. Dembele: 2 gol, 0 assist (7 laga)
  2. Yamal: 3 gol, 1 assist (7 laga)
  3. Salah: 3 gol, 1 assist (5 laga)

Dari statistik tersebut terlihat jelas bahwa Mohamed Salah sebenarnya lebih produktif dibanding para pesaingnya.

Premier League Lebih Baik daripada Ligue 1

Parade juara Liga Inggris Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)

Tidak ada yang bisa menampik kontribusi Dembele untuk PSG. Ia membawa timnya meraih empat trofi dan tampil konsisten di Liga Champions.

Namun, sebagian besar gol dan assist Dembele datang dari Ligue 1.

Baca juga: Luis Enrique Yakin Ousmane Dembele Sangat Pantas Memenangkan Ballon d’Or 2025

Jika dibandingkan dengan Premier League yang jauh lebih kompetitif, pencapaian Salah di Inggris jelas punya penilaian lebih baik.

Andai Salah bermain di Ligue 1, bukan tidak mungkin catatan angkanya bisa jauh lebih besar dari yang sudah ia raih.

Dukungan dari Pelatih Timnas Mesir

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, turut memberikan pembelaan untuk Salah.

Menurutnya, performa sang kapten di Premier League sudah cukup membuktikan bahwa ia layak memenangkan Ballon d’Or.

Baca juga: Pidato Mengharukan Rodri Usai Menang Ballon dOR, Akui Sempat Putus Asa Berkarir Sebagai Pesepak Bola

“Dia bukan hanya mencapai puncak, tapi juga mempertahankannya selama bertahun-tahun. Itu bukti bakat, kerja keras, dan keteguhan hati. Pertanyaannya, kapan sepak bola akan benar-benar adil menilainya?” kata Hassan.

Salah, Raja Premier League Tanpa Ballon d’Or

Mohamed Salah saat juara Premier League bersama Liverpool. (REUTERS PHOTO)

Sayangnya, peluang Mohamed Salah untuk meraih Ballon d’Or kini sudah pupus. Ia sudah beberapa kali nyaris masuk tiga besar, namun selalu gagal.

Mulai dari posisi keenam (2018), kelima (2019, 2022), ketujuh (2021), kesebelas (2023), dan kini keempat pada 2025.

Baca juga: Mohamed Salah Tegur UEFA yang Tidak Ungkap Penyebab Kematian 'Pele Palestina' Suleiman Al-Obeid

Ironisnya, beberapa pemain yang finis lebih tinggi darinya di tahun-tahun sebelumnya bukanlah pemain dengan pencapaian yang lebih baik, seperti Antoine Griezmann (2016), Jorginho (2021), hingga Vinicius Junior (2024).

Salah hampir pasti akan dikenang sebagai salah satu legenda Premier League yang tak pernah memenangkan Ballon d’Or.

Lebih menyakitkan lagi, ia bahkan tidak pernah sekalipun menembus tiga besar penghargaan bergengsi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Daily Express, Express.co.uk

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU