Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 20:35 WIB

Kalah Tipis dari Wakil Rumania, Suporter Feyenoord Malah Bakar Kafe Bernama "Amsterdam", Kok Bisa?

Author

Ilustrasi suporter Feyenoord membakar kafe bar di RUmania (freepik).

INDOZONE.ID - Dunia sepak bola Eropa kembali diwarnai oleh aksi vandalisme yang membuat banyak pihak geleng-geleng kepala. 

Kali ini, sorotan tajam mengarah kepada kelompok suporter garis keras klub asal Belanda, Feyenoord Rotterdam

Sebelum laga tandang mereka melawan klub Rumania, FCSB, di Bucharest, para pendukung Feyenoord melakukan tindakan anarkis dengan membakar sebuah kafe bar. 

Uniknya, alasan di balik pembakaran ini terdengar sangat absurd namun menunjukkan betapa panasnya rivalitas sepak bola di Belanda.

Insiden ini menjadi viral di media sosial dan memicu perdebatan hangat di kalangan netizen. 

Baca juga: Madridistas Sapa Xabi Alonso di Luar Bernabeu Usai Kalah dari Man City: “Bersabarlah, Kami Percaya Padamu!”

Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk fanatisme buta yang sudah melampaui batas akal sehat. 

Bagi para penggemar sepak bola yang mengikuti kultur hooliganism Eropa, kebencian mendalam antara Feyenoord dan Ajax memang sudah menjadi rahasia umum. 

Namun melampiaskannya pada sebuah kafe lokal di negara lain hanya karena kesamaan nama kota adalah tingkatan baru dari sebuah obsesi yang destruktif.

Kronologi Kerusuhan di Ibu Kota Rumania

Suasana kota Bucharest (yang seharusnya kondusif menjelang laga kompetisi Eropa berubah mencekam beberapa jam sebelum kick-off. 

Sekelompok besar suporter Feyenoord yang sedang berkumpul di pusat kota dilaporkan terprovokasi saat melihat papan nama sebuah tempat hiburan bertuliskan "Amsterdam". 

Baca juga: Madridistas Sapa Xabi Alonso di Luar Bernabeu Usai Kalah dari Man City: “Bersabarlah, Kami Percaya Padamu!”

Tanpa pikir panjang, sentimen kedaerahan mereka tersulut. Nama ibu kota Belanda tersebut adalah hal yang "haram" bagi pendukung setia Feyenoord.

Saksi mata melaporkan bahwa massa mulai melemparkan benda-benda keras dan suar (flare) ke arah kafe tersebut. Situasi dengan cepat memanas hingga api mulai melahap bagian depan bangunan. 

Kepolisian setempat dan pemadam kebakaran harus bekerja keras untuk mengendalikan situasi agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya. 

Ironisnya, kafe tersebut tidak memiliki hubungan apa pun dengan klub Ajax Amsterdam selain penggunaan nama kota yang memang populer sebagai destinasi wisata. 

Aksi ini murni dipicu oleh simbolisme nama yang dianggap musuh oleh para pendukung dari kota pelabuhan Rotterdam tersebut.

Baca juga: Puji Rodrygo di Bernabeu, Pep Guardiola Bikin Heboh: Pertanda Man City Serius Merayu Sang Bintang?

Karma Instan di Lapangan Hijau

Seolah terkena karma instan atas perilaku buruk pendukungnya, nasib sial justru menimpa skuad Feyenoord di atas lapangan hijau. 

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit melawan tuan rumah FCSB, Feyenoord harus menelan pil pahit. 

Pertandingan berjalan dramatis dengan hujan gol yang menghibur penonton netral, namun berakhir menyedihkan bagi tim tamu.

Feyenoord sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit, namun mentalitas tuan rumah FCSB berbicara lebih banyak malam itu. 

Wakil Rumania tersebut berhasil melakukan comeback sensasional dan menutup laga dengan skor tipis 4-3. 

Baca juga: Rodrygo Peluk Xabi Alonso Usai Real Madrid Kalah dari Man City: Inilah Tanda Dukungan di Masa Sulit

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan ganda bagi Feyenoord; sudah reputasi suporternya tercoreng akibat aksi kriminal di pusat kota, tim kebanggaan mereka pun gagal membawa pulang poin. 

Hasil ini juga menjadi evaluasi besar bagi pelatih Feyenoord terkait rapuhnya lini pertahanan mereka saat menghadapi tekanan di laga tandang.

Pemanasan Brutal Jelang De Klassieker

Aksi pembakaran kafe bernama Amsterdam ini sepertinya menjadi sinyal "pemanasan" yang mengerikan menjelang laga paling panas di Eredivisie. 

Berdasarkan jadwal, Feyenoord akan segera menghadapi musuh bebuyutan mereka yang sesungguhnya, Ajax Amsterdam, dalam laga bertajuk De Klassieker. 

Pertandingan sarat gengsi ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14 Desember mendatang di markas Ajax, Johan Cruyff Arena.

Jika sebuah kafe di Rumania saja bisa menjadi sasaran amuk massa hanya karena namanya, pihak keamanan di Belanda tentu harus meningkatkan kewaspadaan ke level tertinggi. 

Laga De Klassieker selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan. 

Kekalahan menyakitkan dari FCSB ditambah dengan agresi suporter yang sedang memuncak bisa menjadi bensin yang siap membakar atmosfer Johan Cruyff Arena nanti. 

Bagi para penikmat sepak bola, laga tanggal 14 nanti bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertarungan harga diri yang kini sudah dimulai jauh sebelum peluit kick-off dibunyikan, bahkan dimulai dari sebuah kafe malang di Bucharest.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/perspectivefootball.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU